BANJARBARU – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa) HIMA Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) menggelar Kelas Ayah Sesi 2 di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, Senin (21/7/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Ayah Terlibat: Peran Pengasuhan, Komunikasi Efektif, dan Manajemen Stres” ini merupakan bagian dari Program Pojok Literasi Keluarga dalam rangkaian Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026.
Program tersebut didukung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru dan diikuti sebanyak 35 orang peserta.
Kegiatan Kelas diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta pengisian pre-test untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum mengikuti rangkaian materi.
Materi pertama disampaikan oleh Duta GenRe Putri Kalimantan Selatan Tahun 2025, Ka Wanda Masayu, yang memperkenalkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan program DEKAT (Desa/Kelurahan Ayah Teladan) sebagai salah satu implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia di tingkat komunitas.
Materi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, baik secara fisik maupun emosional. Peran aktif ayah dinilai penting dalam mendukung pengasuhan anak sekaligus meminimalkan dampak fatherless.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara ayah dan ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Selain aspek pengasuhan, peserta mendapatkan edukasi mengenai peran ayah dalam mendukung kesehatan anak dan keluarga. Salah satunya melalui dukungan terhadap remaja putri dalam pencegahan anemia dengan pemenuhan gizi yang baik serta kebiasaan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Selanjutnya, materi utama disampaikan oleh Ainun Alkaff, M.Psi., Psikolog, yang membahas mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga maupun hadir secara fisik. Ayah juga memiliki peran penting dalam memberikan kehadiran emosional bagi anak.
Kehadiran emosional dapat diwujudkan melalui perhatian yang tulus, kemampuan memahami dan memvalidasi emosi anak, serta keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam membantu anak membangun rasa percaya diri, ketahanan mental, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya.
Pemateri juga menjelaskan sejumlah dampak yang dapat muncul ketika ayah kurang terlibat secara emosional dalam kehidupan anak.
Kurangnya keterlibatan ayah dapat membuat hubungan emosional antara ayah dan anak menjadi renggang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan karakter, kepercayaan diri, kemampuan mengelola stres, hingga kemampuan anak dalam membangun hubungan sosial.
Melalui materi tersebut, para peserta diajak memahami bahwa keterlibatan ayah merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, dan psikologis anak.
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM, Azkia Najla Rasyida mengatakan Kelas Ayah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran orang tua, khususnya ayah, mengenai pentingnya keterlibatan dalam proses pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Menurut Azkia, keterlibatan ayah tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran secara fisik, tetapi juga melalui komunikasi, perhatian, serta kehadiran emosional dalam kehidupan anak.
“Melalui Kelas Ayah ini, kami ingin mengajak para ayah untuk memahami bahwa peran dalam keluarga bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang hadir dalam proses tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun emosional,” ujar Azkia.
Ia berharap pengetahuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan peserta dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan semakin menyadari pentingnya kolaborasi antara ayah dan ibu dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, suportif, dan mendukung perkembangan anak secara optimal,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta, Siswo Haryoko, Ketua RT 45 Kelurahan Cempaka, menilai program yang dilaksanakan PPK-Ormawa HIMA Psikologi ULM memberikan manfaat bagi para orang tua.
Menurut Siswo, orang tua perlu mengetahui perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menilai sinergi antara ayah dan ibu menjadi hal penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kegiatan hari ini ternyata kita harus mengetahui perkembangan putra-putri kita dalam mendidik keseharian mereka oleh orang tua, jadi harus ada sinergi antara suami-istri untuk tumbuh kembang anak untuk menjadi lebih baik,” ujar Siswo.
Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi orang tua untuk memperbaiki pola pengasuhan.
“Sangat bermanfaat sekali bagi kami sebagai orang tua untuk menjadi lebih baik ke depannya dalam mendidik anak-anak kita, agar bisa menghasilkan anak yang baik dan unggul untuk mereka menghadapi masa depan,” katanya.
Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman terkait pengasuhan anak dan kehidupan keluarga.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai penerapan peran ayah dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Setelah sesi diskusi selesai, peserta kembali diminta mengisi post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Kelas Ayah Sesi 2 Program Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026 resmi berakhir sekitar pukul 18.20 WITA.
Melalui kegiatan tersebut, PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM berharap semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, membangun komunikasi positif, serta menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan suportif bagi tumbuh kembang anak. (Ilh)
















