BANJARMASIN – Warga di sejumlah kawasan Kota Banjarmasin masih membutuhkan pasokan air bersih di tengah kondisi krisis air. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun kembali turun tangan dengan menyalurkan bantuan air secara langsung ke titik-titik yang membutuhkan.
Memasuki hari kedua, distribusi air bersih dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Masjid Miftahul Janah, Jalan HKSN Kompleks AMD Permai, Perumahan Pemprov Abdi Persada, kawasan HKSN dekat SMP 13 Banjarmasin, serta samping Musholla Mahallul Khair di kawasan Pelabuhan Lama.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel M. Farhanie melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Bidang Penanggulangan Bencana, Yoefi Fahromi, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, kami berupaya menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik yang membutuhkan agar bisa segera dimanfaatkan warga,” ujar Yoefi di Banjarmasin, Sabtu (26/9/2026).
Distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki air. Warga yang datang ke lokasi penyaluran membawa wadah masing-masing untuk menampung air yang dibagikan.
Menurut Yoefi, penyaluran langsung menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Bantuan diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga selama kondisi krisis berlangsung.
“Bantuan ini kami arahkan ke lokasi yang membutuhkan. Harapannya, air yang disalurkan dapat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Penanganan krisis air bersih tersebut tidak dilakukan oleh satu instansi saja. Dinas Sosial Provinsi Kalsel menggandeng TP PKK Provinsi Kalsel dan PDAM Bandarmasih dalam proses distribusi.
Unsur Pramuka Kwarda Provinsi Kalsel juga dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan penyaluran di lapangan.
Staf Ahli TP PKK Provinsi Kalsel Gusti Muhammad dan Ketua Bidang II TP PKK Provinsi Kalsel Hj. Anie Hanisyah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas unsur ini dilakukan untuk memastikan proses distribusi dapat berjalan dan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga di lokasi terdampak, keberadaan pasokan air bersih menjadi dukungan penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air yang didistribusikan dapat digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga sesuai kebutuhan masyarakat.
Dinsos Kalsel menyatakan pemantauan kebutuhan warga akan terus dilakukan selama penanganan krisis air bersih berlangsung. Titik penyaluran juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Memasuki hari kedua, penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah bersama berbagai unsur untuk merespons keterbatasan akses air di sejumlah wilayah Banjarmasin.
Pemerintah berharap sinergi antara Dinsos Kalsel, TP PKK, PDAM Bandarmasih, Pramuka, dan unsur terkait dapat membantu masyarakat melewati kondisi krisis air bersih.















