BANJARBARU – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa) HIMA Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) kembali menggelar Kelas 3 Ayah Sesi dengan menggandeng Iga Serpianing Aroma, M.Psi., Psikolog dari HIMPSI Kalimantan Selatan sebagai narasumber, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Ayah Siaga: Peran dalam Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan Stunting, serta Pengambilan Keputusan Kesehatan Keluarga” tersebut menghadirkan Iga Serpianing Aroma, M.Psi., Psikolog dari HIMPSI Kalimantan Selatan sebagai narasumber.
Kelas Ayah Sesi 3 ini merupakan bagian dari rangkaian Pojok Literasi Ayah dalam Program Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sesi penutup dari rangkaian Pojok Literasi Ayah yang menjadi salah satu dari empat program Pojok Literasi, yakni Pojok Literasi Ibu, Ayah, Remaja, dan UMKM.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 24 orang peserta yang merupakan para ayah dari Kelurahan Cempaka di Kota Banjarbaru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta pengisian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta sebelum menerima materi.
Dalam penyampaian materi, Iga Serpianing Aroma membahas pentingnya keterlibatan ayah dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, termasuk peran ayah dalam upaya pencegahan stunting.
Peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai stunting sebagai kondisi gagal tumbuh yang disebabkan kekurangan gizi kronis. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap perkembangan anak, termasuk perkembangan kognitif, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan pada masa mendatang.
Materi kemudian membahas pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Dalam periode tersebut, ayah dinilai memiliki peran penting untuk memberikan dukungan kepada ibu dan anak. Bentuk dukungan dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, mendampingi ibu melakukan pemeriksaan kehamilan, mengingatkan jadwal imunisasi, hingga terlibat secara aktif dalam pengasuhan anak.
Iga juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam mengambil keputusan terkait kesehatan keluarga.
Keputusan mengenai kesehatan ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak, tetapi perlu dilakukan melalui komunikasi dan kerja sama antara ayah dan ibu.
Menurut Iga, edukasi mengenai stunting selama ini kerap lebih banyak diarahkan kepada ibu. Karena itu, keterlibatan ayah juga perlu diperkuat agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan bersama-sama dalam keluarga.
“Penting banget. Karena biasanya ketika kita ngomong tentang stunting, itu tanggung jawabnya pada ibu ya. Jadi sore hari ini dicoba edukasi juga kepada para ayah agar bisa ikut andil dalam menangani stunting pada anak,” ujar Iga Serpianing Aroma, M.Psi., Psikolog, dari HIMPSI Kalimantan Selatan.
Ia menilai keterlibatan ayah dalam isu kesehatan keluarga perlu terus didorong. Menurutnya, ayah tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat menjadi pendukung utama dalam memastikan kesehatan ibu dan anak.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dalam penyampaian materi. Sejumlah peserta juga aktif dalam mengajukan pertanyaan mengenai peran ayah dalam pencegahan stunting dan kesehatan keluarga.
Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan peserta untuk memahami lebih jauh mengenai peran mereka dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga.
Setelah penyampaian materi selesai, peserta juga diminta mengisi post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman setelah mengikuti kegiatan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara peserta, narasumber, serta tim pelaksana PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM.
Ketua Tim Pelaksana PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM, Azkia Najla Rasyida mengatakan Kelas Ayah Sesi 3 menjadi bagian dari upaya tim untuk memperluas pemahaman para ayah mengenai pentingnya keterlibatan mereka dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan keterlibatan kedua orang tua.
“Melalui Kelas Ayah ini, kami ingin mendorong para ayah agar tidak hanya memahami perannya dalam pengasuhan, tetapi juga ikut terlibat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, termasuk dalam upaya pencegahan stunting. Harapannya, edukasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari,” ujar Azkia.
Kelas Ayah Sesi 3 ini menjadi penutup rangkaian Pojok Literasi Ayah. Melalui kegiatan tersebut, tim PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM berharap para ayah semakin memahami bahwa keterlibatan mereka sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, termasuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan stunting.
Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya pola kerja sama yang lebih baik antara ayah dan ibu dalam mengambil keputusan kesehatan serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Ilh)
















