BANJARMASIN – Ratusan warga memadati kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Muara Kelayan, Banjarmasin, Senin (11/5/2026).
Guna mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah melalui program Pasar Murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Adapun program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menekan dampak inflasi yang belakangan mulai memengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasaran, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Adha.
“Pasar murah ini hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat membuka kegiatan, Senin (11/05/2026).
Dalam pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi yang berisi gula pasir dua kilogram dan minyak goreng dua liter.
Di mana, masyarakat cukup menebus paket itu seharga Rp51 ribu setelah mendapatkan subsidi Rp24 ribu dari pemerintah.
Tak hanya itu, tersedia pula beras SPHP dan beras premium dengan harga di bawah harga pasar.
“Dengan kehadiran komoditas pangan murah tersebut diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok,” jelasnya.
Kegiatan itu juga melibatkan distributor pangan, pelaku usaha, perangkat daerah, serta stakeholder pengendalian inflasi lainnya sebagai bentuk kolaborasi menjaga kestabilan harga dan pasokan barang di Kota Banjarmasin.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Banjarmasin pada April 2026 mencapai 3,62 persen. Pemerintah menilai kondisi tersebut perlu segera diantisipasi agar tidak berdampak lebih luas terhadap ekonomi rumah tangga warga.
“Selain melalui pasar murah, pemerintah juga memperkuat pemantauan distribusi bahan pangan dan koordinasi dengan para distributor untuk memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman dan harga di pasaran tetap terkendali,” bebernya.
Yamin menegaskan pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat.
“Stabilitas harga harus terus dijaga agar masyarakat merasa aman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.
Melalui kegiatan itu, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap tekanan inflasi dapat ditekan sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menghadapi kenaikan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
















