BANJARMASIN – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin bergerak cepat melakukan operasi SAR medis terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Mahogani Banda yang dilaporkan tidak sadarkan diri saat kapal berlayar di Perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, Jumat (8/5/2026).
Operasi penyelamatan tersebut masih berlangsung hingga berita ini diterbitkan. Tim SAR gabungan tengah bergerak menuju lokasi menggunakan KN SAR 241 Laksamana guna melakukan evakuasi medis terhadap korban agar segera mendapatkan penanganan lanjutan.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pihaknya sekitar pukul 13.10 WITA dari rekan korban bernama Wahyu Purnomo. Setelah menerima informasi tersebut, tim rescue langsung disiagakan dan diberangkatkan dari Dermaga Basirih sekitar pukul 13.30 WITA.
“Begitu informasi diterima, kami segera mengerahkan personel dan alut laut menuju lokasi untuk melaksanakan evakuasi medis terhadap korban. Penanganan cepat sangat penting dalam kondisi kedaruratan medis di laut guna meminimalkan risiko yang lebih fatal,” ujarnya.
Korban diketahui berinisial RTK (27), seorang laki-laki asal Metland Cibitung Cluster DE Azzura. Saat kejadian, korban mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga hilang kesadaran di atas kapal. Sebelum tim SAR tiba, rekan sesama ABK telah memberikan pertolongan awal secara mandiri.
Dalam operasi ini, Kantor SAR Banjarmasin melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalimantan Selatan, Kantor Karantina Kesehatan, serta agen kapal. Evakuasi difokuskan pada percepatan penanganan medis agar kondisi korban tidak semakin memburuk.
Selain personel rescue, berbagai perlengkapan juga dikerahkan seperti KN SAR 241 Laksamana, rescue car, tandu, alat medis, dan perlengkapan pendukung lainnya. Tim diperkirakan menempuh perjalanan laut sekitar tiga jam menuju titik lokasi kejadian.
Putu menambahkan bahwa kondisi korban hingga kini masih belum sadarkan diri. Ia juga mengingatkan seluruh operator kapal agar lebih memperhatikan kesehatan kru selama pelayaran.
“Kami mengimbau kepada seluruh operator kapal maupun awak kapal agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan kru selama pelayaran serta memastikan ketersediaan alat keselamatan dan komunikasi guna mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah operasi dilaporkan cukup mendukung dengan gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Situasi tersebut memudahkan tim SAR gabungan dalam melakukan perjalanan menuju lokasi evakuasi.
















