BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memantapkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Dewan Pengawas Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) ULM yang dihelat di Grand Qin Hotel, Q Mall Banjarbaru, pada Sabtu (31/10/2026).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Rektor ULM, Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH, bersama Ketua Dewan Pengawas PK-BLU ULM, Manifest Zubayr. Hadir pula perwakilan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Fanny Fariyanto.
Deretan pimpinan penting di lingkup kampus berjuluk ‘Jantung Banua’ ini juga tampak memenuhi ruangan, mulai dari para wakil rektor, jajaran dekan fakultas, Direktur Program Pascasarjana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), para kepala biro, pimpinan lembaga, hingga kepala UPA.
Pelaksanaan FGD ini dirancang sebagai ruang evaluasi komprehensif guna membedah tiga topik utama. Fokus bahasan meliputi pemaparan capaian data Indikator Kinerja Utama (IKU) ULM Triwulan III, evaluasi penerapan manajemen risiko di seluruh unit kerja universitas, serta diskusi mendalam terkait berbagai aspek strategis demi mendukung kemajuan institusi ke depan.
Rektor ULM, Dr. Iwan Aflanie, mengemukakan bahwa kehadiran Dewan Pengawas memberikan penguatan penting bagi jajaran manajerial kampus dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan berbasis BLU. Menurutnya, koordinasi lintas sektor yang terbangun lewat forum ini memastikan setiap program kerja berjalan tepat sasaran.
“Evaluasi berkala seperti ini sangat krusial bagi kami untuk memastikan seluruh lini di ULM bergerak seirama, baik dalam pencapaian IKU maupun kedisiplinan pengelolaan keuangan yang transparan,” ungkap Iwan Aflanie.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengawas PK-BLU ULM, Manifest Zubayr, menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko harus menjadi napas keseharian dalam operasional perguruan tinggi. Pihaknya mendorong agar setiap dinamika pengelolaan keuangan senantiasa berpedoman pada regulasi yang berlaku demi mendongkrak kualitas layanan pendidikan tinggi.
“Kami mengapresiasi capaian yang telah ditunjukkan ULM sejauh ini. Diharapkan koordinasi yang erat ini terus terjaga agar tata kelola keuangan semakin efektif dan berdampak luas bagi kemajuan institusi,” tutur Manifest Zubayr.
Melalui sinergi yang terjalin antara Dewan Pengawas, pihak rektorat, dan instansi perbendaharaan negara, FGD PK-BLU ini diharapkan mampu menjadi akselerator bagi ULM.
Peningkatan mutu layanan, efektivitas anggaran, serta budaya manajemen risiko yang berkelanjutan dipatok sebagai pilar utama untuk membawa universitas ini semakin unggul, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.















