BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan terus mendorong perkembangan perfilman lokal melalui program Banua Film Fund 2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya membuka ruang bagi sineas daerah untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang mengangkat budaya serta kehidupan masyarakat Banua.
Dukungan tersebut ditunjukkan melalui peluncuran dan penayangan perdana lima film pendek karya sineas Kalimantan Selatan di Bioskop KCM Belda, Sabtu (31/10/2026).
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Edy Suwarto mengatakan program ini diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat lokal dan regional, tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.
“Kami berharap ke depan ini bukan cuma bersifat lokal dan regional, tapi juga nasional dan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan perfilman daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, pemerintah berencana membangun sistem yang terintegrasi dengan yayasan serta lembaga seni dan budaya guna mendukung keberlanjutan kegiatan perfilman.
Dalam penayangan perdana tersebut, lima film yang diperkenalkan mengangkat beragam tema. Mulai dari budaya maritim masyarakat pesisir, tradisi Banjar, kesenian Madihin, persoalan pencarian kerja, hingga kisah percintaan yang berkaitan dengan tradisi batimung.
Kelima film tersebut yakni Rasi: Arah Pulang karya Kaya Film, Misi 41 karya Pagi Collective, Tamakan Dabu karya Layar Tanbu, Malamar Gawian karya Ngerujaks Studio, dan Jangan Dicium karya Miniatur Production.
Melalui Banua Film Fund 2026, Disdikbud Kalsel bersama Forum Sineas Banua berupaya memperkuat ekosistem perfilman daerah sekaligus mendorong cerita dan kekayaan budaya Kalimantan Selatan hadir melalui karya audiovisual yang dapat dinikmati masyarakat luas.















