BANJARBARU – Melanjutkan rangkaian program edukasi bagi orang tua, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa) HIMA Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) kembali menggelar Kelas Ibu Sesi 3 di Posyandu Yakut, Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, Jumat (24/7/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pojok Literasi Ibu yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kali ini, mahasiswa ULM ini menggandeng Eva Noor Latifah, M.Psi., Psikolog dari Biro Sagraha Psikologi dan HIMPSI Kalimantan Selatan sebagai narasumber. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ibu Hebat (Pola Asuh Positif dan Komunikasi yang Hangat)”.
Kegiatan ini diikuti 34 orang peserta, yang dimana ini merupakan bagian dari rangkaian Pojok Literasi Ibu yang dilaksanakan dalam empat pertemuan.
Adapun program ini menjadi salah satu dari empat Pojok Literasi dalam rangkaian Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026, yakni Pojok Literasi Ibu, Ayah, Remaja, dan UMKM.
Acara tersebut diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta pengisian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta sebelum menerima materi.
Dalam penyampaian materi, Eva Noor Latifah membahas pentingnya penerapan pola asuh positif dalam kehidupan keluarga. Para ibu diajak memahami bahwa pengasuhan anak perlu dilakukan dengan menyeimbangkan kasih sayang, keteladanan, dan disiplin tanpa menggunakan kekerasan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun hubungan yang ramah dan terbuka dengan anak. Komunikasi yang hangat dinilai dapat membantu mendukung perkembangan kecerdasan emosional anak sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi sesuai karakter masing-masing.
Selain itu, materi juga membahas penerapan batasan yang sehat dalam pengasuhan serta meluruskan berbagai mitos mengenai pola asuh positif. Hal tersebut diharapkan dapat membantu para ibu menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Eva Noor Latifah menilai edukasi mengenai parenting yang diberikan melalui kegiatan tersebut sangat penting karena masih banyak orang tua yang belum memahami konsep pola asuh positif.
“Sangat-sangat penting sih, menurut saya ya, karena rata-rata orang masih belum mengetahui. Apalagi tadi terkait dengan topik itu, pola asuh positif, itu masih banyak yang belum mengetahui,” ujar Eva.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya diterapkan kepada anak masing-masing, tetapi juga dapat dibagikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar.
“Harapannya adalah peserta dapat menerapkan pola asuh positif ini pada anak-anak mereka dan dapat membagikan ilmu tersebut kepada tetangga mereka yang mungkin tidak bisa berhadir pada hari ini,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti materi. Sejumlah ibu aktif memberikan tanggapan serta berbagi pengalaman mengenai persoalan pengasuhan yang dihadapi dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam menghadapi tantangan pola asuh di era digital.
Sesi diskusi dan tanya jawab juga berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman terkait cara menghadapi perilaku anak, membangun komunikasi yang baik, serta menerapkan pola asuh positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM, Azkia Najla Rasyida mengatakan Kelas Ibu Sesi 3 merupakan bagian dari program lanjutan yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan kelas bagi para orang tua, baik ibu maupun ayah.
“Ini merupakan program lanjutan yang kami laksanakan melalui beberapa tahapan kelas bagi para orang tua, baik ibu maupun ayah. Setiap kelas memiliki tema yang berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan orang tua, sehingga diharapkan pengetahuan yang diberikan dapat saling melengkapi dalam mendukung kehidupan keluarga,” ujar Azkia.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong para orang tua untuk menerapkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap para ibu dan ayah yang mengikuti rangkaian kegiatan ini dapat membawa pulang pengetahuan yang aplikatif dan menerapkannya dalam pengasuhan anak. Kami juga ingin membangun kesadaran bahwa pengasuhan merupakan proses bersama yang membutuhkan keterlibatan, komunikasi, dan kerja sama antara orang tua,” tambahnya.
Setelah penyampaian materi dan sesi diskusi selesai, peserta mengisi post-test sebagai bentuk evaluasi untuk mengetahui pemahaman setelah mengikuti kegiatan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara peserta, narasumber, serta panitia.
Melalui Kelas Ibu Sesi 3 tersebut, PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM berharap para ibu semakin memahami pentingnya pola asuh positif dan komunikasi yang hangat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan keluarga yang sehat serta mendukung tumbuh kembang anak.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan program lanjutan yang diinisiasi oleh PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM melalui program Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026 merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan secara bertahap di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru.
Program ini menghadirkan empat Pojok Literasi, yakni Pojok Literasi Ibu, Pojok Literasi Ayah, Pojok Literasi Remaja, dan Pojok Literasi UMKM, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa HIMA Psikologi FKIK ULM berupaya memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai kelas dan kegiatan interaktif.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kapasitas remaja, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di bidang ekonomi. (Ilh)
















