BALANGAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama mahasiswa Universitas Sapta Mandiri turun langsung ke tengah masyarakat, Senin (7/9/26).
Mahasiswa membagikan masker gratis sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya sederhana untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap.
Presiden Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri, Abdullah mengatakan persoalan karhutla dan kabut asap tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius dan melibatkan berbagai pihak.
“Kami berharap persoalan karhutla dan kabut asap ini dapat segera diselesaikan. Pemerintah harus lebih serius dalam menangani persoalan ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, khususnya terhadap kesehatan,” ujar Abdullah.
Ia juga mendorong pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga pihak terkait lainnya.
“Kami juga berharap pemerintah dapat membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak agar persoalan karhutla dan kabut asap ini dapat diselesaikan secara bersama-sama dan lebih efektif,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa BEM Universitas Sapta Mandiri, Sasya Nabila mengatakan pembagian masker merupakan bentuk respons langsung mahasiswa terhadap kondisi udara yang dirasakan masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya melihat dan menyampaikan kekhawatiran. Melalui pembagian masker ini, kami ingin memberikan perlindungan sederhana yang bisa langsung digunakan masyarakat, khususnya mereka yang masih harus beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Menurut Sasya, kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa tidak hanya dapat menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengambil bagian melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
BEM dan mahasiswa Universitas Sapta Mandiri turut mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dan menjaga kondisi kesehatan juga dinilai penting.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa Universitas Sapta Mandiri terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Selain membantu secara langsung, mahasiswa juga mendorong berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan karhutla di Kabupaten Balangan.
BEM Universitas Sapta Mandiri menyatakan akan terus mendorong kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Editor: Nanang
















