BANJARMASIN – Berjibaku di tengah kepungan asap dan terik pemadaman, ratusan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar) di Kota Banjarmasin kini mendapat amunisi tambahan.
Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank BRI dan para donatur menyalurkan bantuan dana serta barang senilai Rp451,2 juta untuk menyokong kebutuhan operasional para petugas di lapangan.
Penyaluran bantuan tersebut diserahkan secara langsung di sela Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kabut Asap di halaman Kompleks Mahantas Modern Land, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu (25/10/2026).
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza, Kapolresta Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, serta ratusan jajaran relawan Balakar dan unsur terkait lainnya.
Wali Kota Yamin mengapresiasi tinggi kepedulian para donatur serta dedikasi seluruh anggota Balakar yang terus bersiap di garda terdepan. Bantuan yang dihimpun tersebut diharapkan dapat meringankan beban dan memperlancar tugas operasional petugas saat memadamkan karhutla maupun menangani dampak kabut asap.
“Alhamdulillah, hari ini bantuan yang terkumpul, baik berupa barang maupun uang, mencapai kurang lebih Rp451 juta. Terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan dan donatur yang telah membantu. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung para relawan dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.
Yamin menggarisbawahi pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan, mengingat ancaman kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Banjarmasin.
Ia memaparkan bahwa meskipun jumlah titik kebakaran di wilayah Banjarmasin relatif lebih sedikit dibanding daerah tetangga, dampak kabut asapnya tetap wajib diwaspadai karena berpotensi besar mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan karena dampaknya cukup besar, terutama kabut asap dan kesehatan masyarakat. Para relawan juga harus tetap menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat bertugas,” tegasnya.
Tak berhenti pada penggalangan dana daerah, Pemko Banjarmasin juga mengambil langkah diplomasi anggaran jangka panjang dengan melayangkan surat usulan bantuan penanganan dampak karhutla langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto, yang turut ditembuskan ke DPR RI dan Pemprov Kalimantan Selatan.
Usulan tersebut diajukan untuk memperoleh perhatian serta dukungan dari pemerintah pusat dalam memperkuat sarana dan kebutuhan peralatan armada penanggulangan bencana di Banjarmasin.
“Kami sudah bersurat dan mengusulkan kepada Bapak Presiden, serta menyampaikan hal ini kepada pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi. Mudah-mudahan upaya ini mendapat perhatian sehingga Kota Banjarmasin bisa memperoleh dukungan untuk penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan, termasuk kebutuhan peralatan,” ungkap Yamin.
Ia sangat berharap dukungan dari Istana dan pemerintah pusat kelak dapat makin memperkuat langkah penanganan dampak karhutla, melindungi kesehatan warga, serta meningkatkan kesiapan para petugas maupun relawan di lapangan.
Sokongan penuh juga mengalir dari Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza. Di sela kunjungan kerjanya memantau program KUMITRA untuk memfasilitasi akses pembiayaan, kemitraan, dan perluasan pasar UMKM di Kalsel, Helvi mengapresiasi kepedulian Pemko Banjarmasin yang turut menggelar pasar murah dan menghimpun bantuan bagi relawan serta masyarakat terdampak.
Helvi menuturkan, meskipun Kota Banjarmasin tidak banyak memiliki titik api, wilayah sekitarnya seperti Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan Banjarbaru mengalami kebakaran yang cukup luas.
Kondisi ini secara otomatis mengirimkan asap lintas wilayah yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat Banjarmasin.
Ia menambahkan, dampak bencana karhutla tidak hanya melumpuhkan sektor lingkungan dan kesehatan, tetapi juga ikut mengganggu stabilitas ekonomi serta keberlangsungan usaha para pelaku UMKM akibat terbatasnya mobilitas warga.
“Kami berharap bencana ini segera berakhir dan kondisi kembali pulih seperti sediakala. Pemerintah tentu berkomitmen untuk mengurangi dampak bencana, termasuk membantu masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak,” katanya.
Ia pun menguatkan langkah Wali Kota Yamin dengan menilai bahwa usulan bantuan yang diajukan ke pemerintah pusat memang sangat perlu mendapat perhatian, mengingat penanganan bencana mencakup pula proses pemulihan pascabencana yang memerlukan daya dukung besar.
Sementara itu, perwakilan relawan Balakar Banjarmasin, Kevin, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Pemko Banjarmasin dan para donatur. Bantuan dana dan barang yang disalurkan dinilainya sangat vital untuk menunjang pergerakan relawan di titik-titik pemadaman.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang sudah menyalurkan bantuan kepada relawan kami yang sedang berjibaku menangani Karhutla. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kami di lapangan, serta mudah-mudahan hujan segera turun dan Karhutla ini cepat berakhir,” singkatnya.
Melalui apel kesiapsiagaan dan penyaluran bantuan ini, Pemko Banjarmasin berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, TNI-Polri, dan relawan makin solid dalam mengantisipasi karhutla. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjamin keselamatan relawan, menjaga kesehatan masyarakat, serta mempercepat pemulihan kondisi lingkungan di Kota Banjarmasin.














