BANJARMASIN — Jaring aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput tidak hanya berkutat pada urusan fisik dan infrastruktur pemukiman, melainkan juga menyentuh kebutuhan mendasar warga seperti akses pendidikan, kesehatan, hingga layanan kesejahteraan keluarga. Kebutuhan komprehensif ini menjadi muatan penting dalam agenda serap aspirasi wakil rakyat di Banjarmasin Tengah.
Harapan warga terhadap peningkatan kualitas hidup tersebut mengemuka dalam kegiatan Reses Masa Sidang 3 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Kota Banjarmasin Fraksi Gerindra, H Gusti Yasni Iqbal, di Jalan S Parman, Gang Purnama RT 16, Kelurahan Pasar Lama, Kamis (22/10/2026) sore.
Kehadiran jajaran lintas instansi—mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas KB, hingga pihak Kelurahan Pasar Lama—dimanfaatkan warga untuk menyampaikan beragam persoalan sosial secara langsung. Selain mendesak pengerukan drainase di Gang Famili dan Gang Musyawarah untuk mencegah genangan, warga juga mendorong penguatan bantuan pendidikan seperti penerbitan Kartu Indonesia Pintar (KIP), alokasi beasiswa dinas, dan penyediaan perlengkapan sekolah bagi siswa tidak mampu.
Tak hanya itu, penguatan fasilitas kesehatan dasar di tingkat RT melalui Posyandu, pelatihan kader, serta keterjaminan layanan Keluarga Berencana (KB) turut diusulkan agar mendapat perhatian pemerintah daerah.
Ketua RT 16 Kelurahan Pasar Lama, Norawati, mengungkapkan bahwa pembenahan lingkungan serta pemenuhan kebutuhan sosial sangat mendesak bagi warganya. Ia menjelaskan bahwa tumpatan air saat musim hujan kerap memicu timbulnya lumut dan tumpukan sampah, sementara kondisi jalan yang gelap meningkatkan rasa cemas warga terhadap potensi kejahatan lingkungan.
“Kalau bisa penerangan juga, soalnya kurang takutnya ada kenakalan remaja dan tindakan kriminal. Di tempat kami banyak yang mampet saluran, ketika musim hujan itu terasa,” tutur Norawati di hadapan legislator dan perwakilan dinas.
Norawati menuturkan bahwa luapan air kerap menggenangi bagian dalam rumah warga, sehingga pengerukan sedimen selokan menjadi prioritas utama yang sangat diharapkan segera direalisasikan.
“Semoga ada tindak lanjut terhadap usulan yang disampaikan. Kalau bisa minta untuk dikeruk dan selokan mampet dibersihkan,” ia menegaskan.
Menanggapi beragam usulan multidimensi dari konstituennya, H Gusti Yasni Iqbal menyatakan komitmennya untuk memilah dan mengawal setiap poin aspirasi agar dapat masuk ke dalam skema penganggaran pemerintah kota.
“Nanti akan kami tindak lanjuti dan usulkan di 2027,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Tengah tersebut.
Iqbal menerangkan bahwa kehadiran para perwakilan dinas teknis dalam reses ini bertujuan agar setiap kendala sosial maupun infrastruktur dapat langsung dikoordinasikan. Seluruh masukan warga akan dihimpun sebagai dokumen resmi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Banjarmasin untuk direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.
“Dan semua usulan nanti akan dimasukkan ke pokok pikiran (pokir) dewan,” pungkasi Iqbal.
















