KOTABARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan turut memperkuat layanan pendidikan melalui kegiatan Pembinaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berlangsung di Siring Laut, Kabupaten Kotabaru, Rabu (7/10/26).
Kegiatan tersebut digelar bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelayanan dasar masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam penerapan Posyandu 6 SPM, Dispersip Kalsel mengambil peran pada sektor pendidikan melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Advokasi Literasi Digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan budaya baca, perluasan akses informasi, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat berbasis perpustakaan.

Di Kabupaten Kotabaru, dukungan sektor pendidikan dilakukan melalui penyaluran bantuan buku untuk Posyandu dan pembinaan perpustakaan desa. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi hingga tingkat desa.
Selain menyediakan bahan bacaan, Dispersip Kalsel juga mendorong peningkatan kemampuan literasi digital bagi kader Posyandu. Dengan demikian, kader diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Keterlibatan Dispersip menjadi bagian dari penguatan fungsi Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung enam bidang pelayanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin mengatakan perluasan fungsi Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Dengan Posyandu 6 SPM ini, pelayanan Posyandu tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” ujarnya saat mengunjungi kader Posyandu di Kotabaru.
Menurutnya, keberhasilan penerapan enam SPM membutuhkan sinergi antara pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat. Sosialisasi serta diskusi juga perlu terus dilakukan agar pelaksana maupun masyarakat memahami penerapannya secara menyeluruh.
“Karena itu, sosialisasi dan diskusi perlu terus dilakukan agar penerapan 6 SPM dapat berjalan baik dan tidak hanya dipahami oleh pelaksana Posyandu, tetapi juga masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, pembinaan Posyandu 6 SPM tersebut turut melibatkan berbagai perangkat daerah. Pada sektor kesehatan, kegiatan diisi dengan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Sementara itu, sektor sosial mendapat dukungan berupa paket sembako dan sektor perumahan melalui bantuan bibit tanaman.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga memberikan tanaman obat dan sayuran untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. Adapun Satpol PP dan Damkar memberikan edukasi penanganan kebakaran sekaligus menyerahkan 30 unit alat pemadam api ringan (APAR) berukuran tiga kilogram.
Pada sektor pekerjaan umum, Dinas PUPR Kalsel memberikan dukungan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bukan jaringan perpipaan guna memperluas akses masyarakat terhadap air minum.
Rangkaian kegiatan juga mencakup parenting, penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, serta pelayanan administrasi kependudukan. Melalui Posyandu 6 SPM, Dispersip Kalsel turut memperkuat literasi dan keterampilan digital keluarga dengan mendorong peran perpustakaan serta komunitas desa dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia. (Adv/Ilh)
Editor: Nanang
















