BANJARMASIN – Upaya menata kabel fiber optik di Kota Banjarmasin mulai diarahkan pada pembenahan sistem jaringan secara menyeluruh. Pemerintah kota tidak hanya ingin mengurangi kesemrawutan kabel di ruas jalan, tetapi juga memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi berlangsung lebih tertib.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Pemerintah Kota Banjarmasin akan mengumpulkan penyedia layanan telekomunikasi untuk menyosialisasikan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait penataan dan pengendalian jaringan fiber optik.
Sosialisasi tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan. Regulasi itu nantinya menjadi acuan bagi provider dalam memasang maupun mengelola jaringan di wilayah Kota Banjarmasin.
Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin Febpry Graha Utama mengatakan penataan jaringan harus mempertimbangkan kondisi masing-masing kawasan. Karena itu, pemerintah tidak menetapkan satu pola yang harus diterapkan di seluruh ruas jalan.
“Perwali ini mengatur penataan jaringan yang ada, termasuk standar teknis dan mekanisme pengendaliannya,” katanya, Sabtu (22/8/2026).
Salah satu opsi yang disiapkan pemerintah adalah mengurangi keberadaan kabel yang menggantung di udara dengan memindahkannya ke bawah tanah. Infrastruktur drainase dapat dimanfaatkan pada lokasi tertentu, sementara metode boring juga dipertimbangkan agar pekerjaan tidak selalu membutuhkan penggalian terbuka.
Pemko juga menyiapkan opsi penggunaan tiang bersama. Konsep ini diharapkan dapat mencegah setiap provider memasang tiang maupun jaringan secara terpisah sehingga ruang publik lebih tertata.
Tidak berhenti pada pembenahan jaringan yang sudah ada, pemerintah juga berencana menjadikan sejumlah jalan protokol sebagai kawasan percontohan. Kawasan tersebut akan diarahkan menjadi contoh penerapan jaringan kabel bawah tanah di Banjarmasin.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk membangun wajah kota yang lebih tertata. Keberadaan infrastruktur telekomunikasi diharapkan tetap mendukung kebutuhan digital masyarakat tanpa mengurangi kenyamanan dan estetika kawasan perkotaan.
Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan pengelolaan jaringan melalui operator khusus. Dengan sistem tersebut, infrastruktur dapat dikelola secara bersama sehingga pengawasan terhadap pemasangan dan pemeliharaan jaringan menjadi lebih mudah.
Febpry menilai pengelolaan yang terpisah-pisah akan membuat proses pengawasan semakin kompleks. Karena itu, pola pengelolaan terintegrasi dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam jangka panjang.
“Kalau masing-masing berjalan sendiri, pengendaliannya akan lebih rumit. Karena itu, kami mendorong adanya pengelolaan yang terintegrasi melalui operator yang nantinya ditunjuk Pemko,” ujarnya.
Dalam penerapan aturan, pemerintah juga menyiapkan mekanisme sanksi bagi provider yang tidak memenuhi ketentuan. Penindakan dilakukan secara bertahap, mulai dari teguran hingga tindakan lebih tegas apabila pelanggaran tidak diperbaiki.
Provider terlebih dahulu akan mendapatkan pemberitahuan dan peringatan resmi. Jika tetap tidak ada tindak lanjut, pemerintah dapat melakukan penyegelan, pembekuan sementara operasional jaringan hingga pemutusan kabel.
Meski memiliki mekanisme penegakan aturan, Pemko Banjarmasin tetap mengutamakan komunikasi dengan penyedia layanan. Pemerintah berharap penataan dapat dilakukan melalui kerja sama sehingga tidak mengganggu keberlangsungan layanan telekomunikasi yang dibutuhkan masyarakat.
Sejumlah provider disebut telah memberikan respons positif terhadap rencana penataan tersebut. Dukungan dari pelaku usaha menjadi faktor penting agar perubahan sistem jaringan dapat berjalan secara bertahap.
Dengan adanya Perwali, Pemko Banjarmasin berharap penataan kabel fiber optik memiliki arah yang lebih jelas. Infrastruktur telekomunikasi ke depan diharapkan tidak lagi berkembang secara parsial, melainkan mengikuti standar yang sama dan terintegrasi.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan jaringan telekomunikasi yang lebih tertib sekaligus mendukung Banjarmasin menjadi kota yang semakin nyaman, rapi dan siap menghadapi kebutuhan digital masyarakat.














