BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin ingin memperkuat keberadaannya sebagai organisasi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kepengurusan masa bakti 2024–2029 pun menyiapkan program yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal organisasi.
Tiga sektor menjadi perhatian utama DWP Kota Banjarmasin, yakni pendidikan, ekonomi dan sosial. Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki ruang yang luas untuk mendorong pemberdayaan anggota sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DWP Kota Banjarmasin, Farida Rachmawati, setelah dirinya bersama jajaran pengurus resmi dikukuhkan oleh Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Masrupah, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (27/8/2026).
Farida mengatakan, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus yang akan diperkuat dalam kepengurusan yang dipimpinnya. DWP akan terlibat dalam pendampingan anak-anak sekolah, termasuk mendukung kegiatan belajar serta mendorong hadirnya inovasi di lingkungan pendidikan.
“Karena konsentrasi kami itu di pendidikan, ekonomi dan sosial,” ujar Farida.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan DWP di bidang pendidikan diharapkan tidak sekadar memberikan pendampingan, tetapi juga dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak.
Selain pendidikan, pemberdayaan ekonomi juga menjadi bagian dari program kerja. DWP Kota Banjarmasin akan mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya produk yang dihasilkan oleh anggota.
Salah satu wadah yang akan terus dimanfaatkan adalah kegiatan bazar. Melalui kegiatan tersebut, produk hasil kreativitas anggota dapat diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, perhatian di bidang sosial diwujudkan melalui sejumlah kegiatan kepedulian. DWP, misalnya, memberikan bantuan kebutuhan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu ketika memasuki tahun ajaran baru.
Farida berharap berbagai kegiatan tersebut dapat mengubah pandangan terhadap keberadaan DWP. Ia ingin organisasi tersebut memiliki kontribusi yang lebih luas dan tidak hanya dianggap sebagai organisasi pendamping bagi istri ASN.
“Diharapkan Dharma Wanita Persatuan ini tidak hanya dipandang sebagai organisasi pelengkap pendukung istri ASN, tapi juga dapat hadir, berkembang, dan bermanfaat tidak hanya untuk anggotanya, tapi juga untuk masyarakat,” jelasnya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Masrupah. Ia mengapresiasi semangat pengurus DWP Kota Banjarmasin dalam menyusun program kerja dan menilai berbagai rencana yang disampaikan memiliki potensi untuk membawa organisasi berkembang lebih jauh.
“Saya merasakan ada semangat yang luar biasa. Sepertinya Dharma Wanita Kota Banjarmasin akan maju pesat,” ujarnya.
Masrupah juga melihat sektor ekonomi sebagai salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan DWP untuk membantu pelaku UMKM. Ia mendorong agar berbagai kegiatan organisasi, termasuk bazar, turut memberikan kesempatan kepada produk UMKM lokal untuk dipasarkan.
Menurutnya, keberadaan DWP seharusnya mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya menjadi aktivitas internal, tetapi juga dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Jadi, kegiatan Dharma Wanita tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga dapat membantu UMKM dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” katanya.
Masrupah juga berharap DWP Kota Banjarmasin terus membangun koordinasi dengan DWP Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjalankan program sosial. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan bantuan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya, DWP bersama organisasi wanita lainnya juga telah terlibat dalam aksi sosial berupa pembagian masker kepada masyarakat melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
Bagi Farida, kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan program organisasi dapat berjalan optimal. Dengan menggabungkan kekuatan di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial, DWP Kota Banjarmasin berupaya menghadirkan kegiatan yang memiliki dampak nyata.
Pengurus DWP Kota Banjarmasin masa bakti 2024–2029 pun diharapkan mampu menjalankan program secara berkelanjutan, sehingga keberadaan organisasi semakin dirasakan, baik oleh anggota maupun masyarakat secara luas.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Penasihat DWP Banjarmasin Hj Neli Listriani, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, kepala SKPD lingkup Kota Banjarmasin, serta sejumlah Ketua DWP se-Kalimantan Selatan.
















