BANJARMASIN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan rabies melalui vaksinasi hewan peliharaan dalam rangka memperingati World Rabies Day yang diperingati setiap tanggal 28 September.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Poliklinik Hewan DKP3 Kota Banjarmasin, Jalan Lingkar Dalam Utara, Kelurahan Benua Anyar, dan berlangsung selama dua hari, 29-30 September 2026.
Pada tahun ini DKP3 menyediakan 200 dosis vaksin rabies yang diberikan secara gratis kepada masyarakat bekerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalimantan Selatan.
Sebelum vaksinasi dilakukan, setiap hewan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan kondisi hewan layak divaksinasi, termasuk tidak sedang mengalami gejala seperti flu maupun demam.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan vaksinasi diberikan kepada hewan yang memenuhi kondisi kesehatan dan sekaligus mendukung upaya pencegahan rabies di Kota Banjarmasin.
Dokter Hewan DKP3 Kota Banjarmasin, drh. Annang Dwijatmiko mengatakan, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya kasus rabies di Kota Banjarmasin.
“Kita memang berharap agar kasus rabies di Kota Banjarmasin khususnya ini zero kasus. Kalau kasus gigitan memang ada beberapa kali, tapi positif rabiesnya kita harapkan tidak ada,” ujar drh. Annang Dwijatmiko saat ditemui disela kegiatan, Rabu (30/9/26) pagi.
Adapun hewan yang menjadi sasaran vaksinasi merupakan Hewan Penular Rabies (HPR), yakni anjing, kucing, musang, dan monyet. Vaksinasi dilaksanakan selama dua hari sebagai bagian dari agenda tahunan Bidang Peternakan DKP3 Banjarmasin.
Ketua Animal Rescue Kota Banjarmasin itu juga mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, khususnya HPR, agar rutin melakukan vaksinasi rabies setiap tahun. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah risiko penularan rabies.
Tingginya minat masyarakat dalam kegiatan tersebut turut terlihat dari banyaknya pemilik hewan yang membawa peliharaannya untuk mendapatkan layanan vaksinasi.
“Antusiasme masyarakat, terutama penyinta hewan berbulu atau anabul, sangat luar biasa. Terbukti dua hari ini kami kewalahan untuk menangani kegiatan ini,” katanya.
Namun, tidak semua hewan yang dibawa warga dapat langsung divaksinasi. Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi hewan layak menerima vaksin.
“Ada beberapa hewan yang kondisinya tidak layak untuk dilakukan vaksinasi. Bisa karena sakit atau kondisi-kondisi tertentu, sehingga kita jadwalkan atau kita tunda untuk melakukan vaksinasi,” jelasnya.
Salah satu warga, Muhammad Raisan Abdul Ghafur mengapresiasi layanan vaksinasi gratis tersebut. Ia menilai program pemerintah tersebut sangat membantu pemilik hewan dalam mendapatkan akses vaksinasi dengan lebih mudah.
“Hari ini saya membawa kucing peliharaan saya untuk vaksinasi di sini. Alhamdulillah, bagus sekali dengan adanya kegiatan ini, karena sudah dibantu oleh pemerintah. Kami yang memelihara hewan jadi tidak terlalu khawatir lagi dengan rabies,” ujarnya.
Warga Prona Banjarmasin itu berharap, kegiatan vaksinasi rabies dapat terus dilaksanakan dan cakupannya diperluas ke sejumlah titik di Banjarmasin agar semakin banyak masyarakat dapat membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi.
“Mudahan kegiatan ini terus ada. Bisa berlanjut dan berkembang, kada satu titik aja, banyak titik,” harapnya. (Ilh)














