BANJARMASIN – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki fase sulit. Hingga Senin (14/9/26) malam, Basarnas mencatat 129 orang masih dalam pencarian.
Data terbaru Basarnas menyebutkan, dari total korban yang berhasil ditemukan, sebanyak 114 orang telah ditemukan, enam orang dinyatakan meninggal dunia.
Dari 114 orang tersebut, 88 orang sudah berhasil dievakuasi ke Banjarmasin, dua diantaranya telah meninggal dunia.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh unsur SAR yang tersedia.
Namun, pencarian tidak berjalan mudah.
Cuaca dan gelombang laut menjadi salah satu kendala utama, terutama untuk pencarian di bawah permukaan air.
Lebih sulit lagi, posisi bangkai kapal kini tidak lagi berada di titik awal kejadian.
Bangkai KM Virgo Transport 8 bergeser sekitar 1,6 nautical miles.
“Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di kedalaman sekitar 30 meter. Kondisi ini membuat upaya masuk ke dalam bangkai kapal memiliki risiko tinggi bagi tim penyelam,” kata Syafii saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin malam.
“Tim juga menemukan adanya ruang kosong yang masih menyimpan tekanan udara atau air pocket di dalam kapal,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat setiap tindakan harus dilakukan dengan perhitungan matang. Membuka sekat atau ruangan secara paksa dikhawatirkan menimbulkan perubahan tekanan secara tiba-tiba yang dapat membahayakan penyelam maupun korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.
Karena itu, operasi underwater belum dapat dilakukan secara maksimal. Tim penyelam gabungan dari Kopaska TNI AL, penyelam TNI AL dan Basarnas masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan untuk turun.
Untuk memperkuat pencarian, papar Syafii, Basarnas masih menunggu kedatangan KRI Karang Untek atau KRI Kanopus yang diperkirakan tiba Selasa (15/9/2026) pagi.
“Kapal tersebut membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian bawah laut, termasuk underwater drone, multibeam echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV),” papar Syafii.
Basarnas bersama unsur terkait juga mulai membahas sejumlah skenario untuk menangani bangkai kapal.
Di antaranya membalikkan posisi kapal, membiarkannya tenggelam hingga stabil, atau menarik bangkai kapal ke wilayah yang lebih dangkal.
Sembari menunggu pencarian bawah air, operasi di permukaan tetap digenjot.
Area pencarian dibagi menjadi enam sektor berdasarkan pergerakan arus dan perhitungan Search and Rescue Map (SARMAP) dari Basarnas Command Center.
Disamping itu, Basarnas memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan Selasa, dengan prioritas masih diarahkan ke permukaan laut.
Sedangkan untuk pencarian di bawah air, keputusan penurunan penyelam akan ditentukan setelah dilakukan penilaian terhadap kondisi cuaca dan keselamatan operasi. (Ts)














