BALANGAN – Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-13 di Desa Balida, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan.
Melalui program KKN Inovasi, para mahasiswa akan menjalankan sejumlah program yang berfokus pada penguatan sektor pariwisata, pengembangan UMKM, serta perluasan pemasaran digital desa.
Sebelum menjalankan pengabdian selama satu bulan, para mahasiswa dilepas dalam acara yang berlangsung di Aula I Bapperida Kabupaten Balangan, Senin (3/8/2026).
Ketua Pelaksana KKN UMB, M. Anshari mengatakan Desa Balida dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kami memfokuskan KKN pada tiga program utama, yakni memperkuat manajemen Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mendorong diversifikasi produk UMKM, dan mengembangkan digital marketing agar produk serta potensi wisata desa semakin dikenal,” ujarnya.
Menurut Anshari, Desa Balida juga akan menjadi model kajian bagi UMB dalam pengembangan program KKN inovasi pada masa mendatang.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, M. Nor menilai KKN bukan sekadar ajang pengabdian, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masyarakat.
Ia mencontohkan Pasar Budaya Racah Mampulang yang dikelola masyarakat Desa Balida hingga berhasil masuk Top 10 Kalsel Innovation Award 2025. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam merancang program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa dan masyarakat diharapkan saling bertukar gagasan. Mahasiswa dapat menghadirkan ide-ide baru, termasuk membantu promosi desa, sementara mereka juga belajar langsung dari pengalaman dan kearifan lokal masyarakat,” katanya.
M. Nor berharap meski pelaksanaan KKN hanya berlangsung selama satu bulan, kolaborasi yang terbangun dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Balida.
Terutama dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata dan UMKM sekaligus memperkenalkan potensi Desa Balida melalui pemanfaatan teknologi digital.
Editor: Ande
















