BANJARBARU – Berbeda dari sesi-sesi sebelumnya yang berfokus pada kesehatan, gizi, dan pola asuh, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa) HIMA Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) menutup rangkaian Kelas Ibu dengan membekali warga Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
Kegitatan Kelas Ibu Sesi 4 kali ini mengangkat tema “Ibu Mandiri: Pengelolaan Ekonomi Keluarga dan Perencanaan Kebutuhan” dengan menghadirkan Dr. Dra. Alpha Ariani, M.Pd., Psikolog sebagai narasumber, yang digelar di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru, Jumat (31/7/2026).
Kelas tersebut sekaligus menjadi pertemuan terakhir dari rangkaian empat Kelas Ibu dalam program Pojok Literasi, yang merupakan bagian dari Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026.
Perlu diketahui, program Pojok Literasi tersebut terdiri dari empat bidang, yakni Pojok Literasi Ibu, Ayah, Remaja, dan UMKM, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan akhir ini diikuti sebanyak 44 orang sosok ibu. Pada sesi ini, mereka mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga sebagai salah satu upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Pemateri mengajak peserta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan seperti makanan, air bersih, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan transportasi menjadi hal yang perlu diprioritaskan.
Sementara keinginan, seperti membeli barang karena sedang tren atau tergoda diskon, dapat ditunda apabila kondisi keuangan belum memungkinkan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menyusun anggaran sederhana dengan mencatat pendapatan, menentukan prioritas kebutuhan, menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan ekonomi keluarga, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan dana darurat.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami bahwa kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Menabung secara rutin meskipun dalam jumlah kecil dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Selain itu, pemateri membahas konsep kemandirian ekonomi keluarga yang dapat dibangun melalui pola hidup hemat, pengelolaan keuangan secara bijak, menabung secara konsisten, hingga memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk menambah penghasilan keluarga.
Sejumlah persoalan nyata yang dihadapi peserta juga menjadi bahan diskusi. Salah satunya terkait rumah tangga yang masih memiliki utang. Pemateri menjelaskan bahwa utang perlu dipertimbangkan secara bijak dan sebaiknya digunakan untuk kebutuhan produktif, sementara utang konsumtif perlu dihindari agar tidak membebani kondisi keuangan keluarga.
Peserta juga mendiskusikan kondisi ketika uang belanja yang diterima dari suami tidak mencukupi kebutuhan. Dalam situasi tersebut, keluarga didorong untuk kembali menyusun skala prioritas, menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan, serta menghindari kebiasaan meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara terus-menerus.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para ibu tidak hanya menyimak materi, tetapi juga menghubungkannya dengan kondisi keuangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta, Salabiah mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang, ulun jadi lebih tahu cara mengatur keuangan,” ujar warga RT 29 Kelurahan Cempaka itu.
Menurutnya, materi yang diberikan membuat dirinya lebih memahami cara menentukan prioritas dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
“Jadi lebih tahu cara mengatur kebutuhan, apalagi yang membutuhkan uang. Jadi lebih tahu jua membedakan yang penting dan yang bisa ditunda dulu,” katanya.
Terpisah, Ketua Tim Pelaksana PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM, Azkia Najla Rasyida mengatakan rangkaian Kelas Ibu merupakan salah satu upaya tim dalam memberikan edukasi, tetapi juga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui rangkaian Kelas Ibu ini, kami sudah berupaya memberikan edukasi kepada para ibu mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, pola asuh, hingga pengelolaan ekonomi keluarga. Pada sesi terakhir ini, kami membekali peserta dengan pengetahuan praktis mengenai cara menentukan prioritas kebutuhan, mengatur pengeluaran, serta membangun kebiasaan menabung,” ujar Azkia.
Ia berharap pengetahuan yang telah diberikan selama rangkaian kegiatan dapat terus diterapkan oleh para peserta setelah program berakhir. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari antusiasme selama kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana materi yang diberikan mampu menjadi kebiasaan positif di lingkungan keluarga.
“Kami berharap apa yang sudah disampaikan dalam setiap sesi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga. Kami juga berharap para peserta dapat membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar, sehingga manfaat dari program ini dapat terus berkembang meskipun rangkaian kegiatan telah selesai,” katanya.
Setelah sesi diskusi, panitia juga memperkenalkan sebuah website yang nantinya dikelola oleh Kelurahan Cempaka. Website tersebut dirancang menjadi ruang informasi yang memuat materi dari berbagai pertemuan, ruang diskusi bersama tenaga ahli, serta informasi mengenai UMKM yang berada di Kelurahan Cempaka dan dapat diakses oleh masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas praktik. Para peserta diminta mencatat seluruh pengeluaran rumah tangga selama satu minggu dan melakukan refleksi terhadap setiap pengeluaran tersebut.
Melalui aktivitas itu, peserta diajak mengevaluasi pengeluaran masing-masing sekaligus membedakan mana yang benar-benar merupakan kebutuhan dan mana yang sebenarnya masih dapat ditunda.
Setelah kegiatan selesai, peserta mengisi post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman setelah mengikuti materi.
Kelas Ibu Sesi 4 sekaligus menjadi penutup rangkaian empat pertemuan Pojok Literasi Ibu. Melalui rangkaian tersebut, PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM berupaya memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, pola asuh positif, hingga pengelolaan ekonomi keluarga.
Sebagai bagian dari Family Empowerment Cempaka Cerdas 2026, rangkaian Pojok Literasi diharapkan dapat mendorong masyarakat Kelurahan Cempaka untuk semakin mandiri, berdaya, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.
Sebagai informasi, kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru. Program ini mencakup empat bidang, yakni Pojok Literasi Ibu, Pojok Literasi Ayah, Pojok Literasi Remaja, dan Pojok Literasi UMKM.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim PPK-Ormawa HIMA Psikologi FKIK ULM berupaya memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai materi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan lingkungan masyarakat. Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi, praktik, evaluasi, serta ruang berbagi pengalaman agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat Kelurahan Cempaka, khususnya dalam membangun keluarga yang lebih sehat, suportif, mandiri, serta memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial. (Ilh)















