BANJARBARU – Penurunan titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan belum menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Menteri Kehutanan Raja Antoni meminta seluruh pihak tetap memperkuat koordinasi dan memaksimalkan penanganan kebakaran, meski kondisi hotspot di Kalsel menunjukkan tren penurunan.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan dengan batas pencatatan 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, hotspot di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 15 titik. Angka tersebut turun dari 28 titik pada hari sebelumnya.
Raja Antoni menyampaikan hal itu saat meninjau langsung lokasi karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (12/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin serta jajaran TNI-Polri.
“Dan per hari ini tercatat alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan. Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat namun hal itu tidak membuat kita terlena,” katanya.
Menurut Raja Antoni, capaian tersebut perlu dipertahankan dengan memastikan upaya pemadaman dan pengendalian karhutla tetap berjalan maksimal. Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan di lapangan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), hingga para relawan.
Data Sipongi menunjukkan, dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla, total hotspot mencapai 519 titik. Kalimantan Tengah masih mencatatkan 199 titik, turun dari 288 titik pada 10 Oktober 2026. Sebaliknya, Kalimantan Barat mengalami kenaikan dari 44 menjadi 68 titik.
Di luar Kalimantan, Sumatera Selatan mencatat 223 hotspot, Riau 14 titik, sedangkan Jambi tidak mencatatkan hotspot pada periode tersebut.
Perbedaan kondisi antardaerah itu menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Penurunan hotspot di suatu wilayah perlu diikuti pemantauan dan respons cepat agar kebakaran tidak kembali meluas.
“Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik,” pungkasnya.
Peninjauan di Hutan Lindung Liang Anggang tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berlangsung optimal. Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat terus terjaga untuk mengendalikan kebakaran di Kalimantan Selatan.















