BANJARMASIN – PAM Bandarmasih memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal meski Kota Banjarmasin mulai memasuki musim kemarau.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi intrusi air laut yang dapat memengaruhi kualitas sumber air baku.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kadar garam di sejumlah titik pengambilan air baku.
Berdasarkan hasil monitoring terbaru, kondisi sumber air masih berada dalam kategori aman dan jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan.
“Untuk kadar garamnya masih aman. Terakhir siang tadi di cek pada saat air sedang pasang di Intake Sungai Bilu kadar garamnya itu 5,3 ppm,” ujarnya.
Ia menjelaskan, angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 250 ppm sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, sehingga kualitas air yang diproduksi masih memenuhi standar untuk didistribusikan kepada pelanggan.
Sebagai langkah mitigasi, PAM Bandarmasih juga telah menyiapkan skenario apabila kadar garam mengalami peningkatan pada puncak musim kemarau.
Salah satunya dengan memanfaatkan sumber air baku dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) II untuk dicampurkan dengan pasokan dari IPA I agar kualitas air tetap terjaga.
“Apabila peningkatan kadar garam terjadi, maka kita akan mengambil sumber air baku IPA II, kemudian dicampur dengan sumber air baku yang ada di IPA I,” jelasnya.
Selain melakukan pemantauan di Intake Sungai Bilu, tim lapangan juga rutin mengukur kadar garam di Muara Sungai Basirih yang menjadi titik acuan dalam menentukan status kesiagaan terhadap intrusi air laut.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, puncak intrusi air laut diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober mendatang. Meski demikian, PAM Bandarmasih menegaskan seluruh langkah antisipasi telah disiapkan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan tanpa gangguan.
“Jadi untuk pelanggan tidak perlu khawatir akan ketersediaan air, dan akan tetap berjalan seperti biasanya,” pungkasnya.
















