JAKARTA – Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi nasional dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam posisi kuat meski di tengah dinamika global
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa ketahanan tersebut tidak lepas dari pengelolaan fiskal yang disiplin serta reformasi kebijakan yang telah dilakukan sebelum tekanan global terjadi.
Menurutnya, kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia kini semakin diakui. Hal itu terlihat dari meningkatnya kepercayaan lembaga internasional dan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
“Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah orang-orang sana pada kagum,” ujar Menkeu dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/4).
Dari sisi likuiditas, pemerintah memastikan posisi kas negara tetap aman dan dikelola secara optimal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menempatkan dana sekitar Rp300 triliun di perbankan untuk mendorong likuiditas dan menjaga perputaran ekonomi.
“Cash management kita sudah baik. Dana kita tempatkan di perbankan supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi tidak usah khawatir dengan APBN,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah terus melakukan reformasi struktural, mulai dari perbaikan sistem perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja negara. Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk menjaga stabilitas serta mendukung sektor riil.
Menkeu menegaskan, pemberian subsidi dilakukan secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Yang kita subsidi adalah yang memang membutuhkan. Untuk masyarakat mampu, tidak kita subsidi. Kita kelola anggaran dengan benar,” tegasnya.
Dalam menghadapi tekanan global, pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Permintaan domestik yang menyumbang sekitar 90 persen menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan ekonomi dan siap mengambil langkah stimulus apabila diperlukan. Untuk triwulan II, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga bahkan berpotensi meningkat.
Ke depan, pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan sektor riil agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.













