BANJARMASIN – Ratusan pelayat mendatangi Masjid Al Jihad Banjarmasin untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) dua periode, H Rudy Ariffin, Minggu (6/9/2026).
Jenazah Rudy Ariffin tiba di Masjid Al Jihad untuk menjalani proses pemulasaraan sekaligus salat jenazah. Kedatangan jenazah disambut suasana duka, dengan keluarga, kerabat, dan masyarakat yang memadati area masjid.
Mereka datang tidak hanya untuk mengikuti prosesi salat jenazah, tetapi juga untuk mengantarkan salah satu tokoh pemerintahan Kalsel tersebut menuju tempat peristirahatan terakhir.
Salat jenazah pertama dilaksanakan setelah salat Dzuhur di Masjid Al Jihad Banjarmasin. Setelah prosesi selesai, jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka di Banjarbaru.
Rangkaian penghormatan terakhir terhadap almarhum belum berakhir. Jenazah selanjutnya akan diberangkatkan ke Martapura untuk menjalani salat jenazah kedua di Masjid Agung Al Karomah setelah salat Ashar.
Usai seluruh rangkaian salat jenazah, jenazah Rudy Ariffin akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin.
Kepergian Rudy Ariffin menjadi kabar duka bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Selama perjalanan kariernya, almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh pemerintahan yang cukup lama mengabdikan diri untuk Banua.
Rudy Ariffin dipercaya memimpin Kalimantan Selatan sebagai gubernur selama dua periode, yakni 2005–2010 dan 2010–2015. Pada periode pertama, ia didampingi Rosehan Noor Bahri sebagai wakil gubernur. Sementara pada periode kedua, Rudy Ariffin berpasangan dengan Rudy Resnawan.
Jauh sebelum menduduki kursi gubernur, Rudy Ariffin juga pernah dipercaya sebagai Bupati Banjar. Kariernya di pemerintahan dimulai dari lingkungan birokrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Perjalanan panjang tersebut membuat sosok Rudy Ariffin tidak asing bagi masyarakat Banua. Kiprahnya selama berada di pemerintahan menjadi bagian dari perjalanan pembangunan dan pemerintahan Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, Rudy Ariffin dikabarkan meninggal dunia di RS Amanah Banjarmasin pada Minggu (6/9/2026). Almarhum diketahui menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sejak Sabtu (5/9/2026).
Kabar wafatnya Rudy Ariffin kemudian membawa duka bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenal perjalanan pengabdiannya.
Suasana di Masjid Al Jihad pun menjadi gambaran penghormatan masyarakat terhadap almarhum. Satu per satu pelayat datang, mengikuti salat jenazah, dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Setelah prosesi di Banjarmasin, perjalanan terakhir Rudy Ariffin berlanjut menuju Banjarbaru dan Martapura sebelum akhirnya dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin.
Kepergian mantan gubernur dua periode tersebut meninggalkan catatan panjang tentang perjalanan seorang birokrat dan kepala daerah yang pernah mengemban amanah memimpin Kalimantan Selatan selama 10 tahun.















