BANJARMASIN – Warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, mengeluhkan distribusi air PAM Bandarmasih yang tidak mengalir selama lebih dari sebulan.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian warga terpaksa mengambil air ke sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Gangguan pasokan air ini terjadi di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Menurunnya debit air tawar di Sungai Martapura membuat intrusi air laut semakin mudah terjadi dan berdampak terhadap sumber air baku PAM Bandarmasih.
Meningkatnya kadar air laut pada sumber air baku membuat proses pengolahan air menjadi lebih sulit, sehingga turut memengaruhi kelancaran distribusi kepada pelanggan.
Warga RT 36, Abdurahman, mengatakan gangguan air PAM di lingkungannya sudah berlangsung lebih dari satu bulan.
“Sudah sebulan lebih airnya mati. Jadi kalau untuk makan dan minum kadang-kadang kita minta sama tetangga, karena mereka ada pakai mesin. Jadi kadang-kadang airnya jalan,” ujar Abdurahman, Rabu (2/9/26) siang.
Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, warga terpaksa mengambil air dari sungai.
“Kalau untuk kebutuhan mandi dan cuci baju, kita mengambil air ke sungai saja,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, untuk saat ini kondisinya, baik siang maupun malam untuk air tidak ada jalan sama sekali.
“Kalau sebelumnya itu ada jalan pas tengah malam sekitar jam 2, dan itu pun sedikit airnya. Kalau sekarang tidak jalan sama sekali airnya,” ungkapnya.
Senada juga dirasakan oleh Aya, warga RT 07 Gang Gondang Mas. Ia mengatakan bahwa distribusi air bersih di rumahnya tidak mengalir sama sekali selama dua minggu terakhir ini.
“Airnya mati total, seandainya titik-titik juga ada yang diharapkan, yang ada ini tidak ada sama sekali,” ucap Aya.
“Kalau yang sebelumnya juga tidak terlalu lancar, kadang jalan kadang tidak, tapi dalam setengah bulan terakhir airnya mati total,” lanjutnya.
Sehingga menurut Aya, hal itupun membuat sejumlah warga setempat juga tidak bisa mendapatkan air bersih, meski sudah menggunakan mesin pompa.
“Mereka yang pakai pompa (mesin air) saja tidak dapat air, apalagi kami yang tidak pakai mesin ini lebih parah lagi,” jelasnya.
Akibat gangguan tersebut, ia bersama keluarganya pun terpaksa mengambil air disungai untuk memenuhi kebutuhan mandi dan yang lainnya.
“Semua warga di gang ini mengambil air ke sungai saja lagi untuk bertahan. Kalau untuk makan dan minum saya terpaksa minta ketempat keluarga atau minta di tempat kerja,” katanya.
Ia berharap adanya penanganan cepat dari PAM Bandarmasih, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami bayar PAM tiap bulan lancar, tapi giliran pelayanan seperti ini. Mohon pimpinan PAM Bandarmasih cepat tanggap dan kirim bantuan air bersih ke tempat kami,” pungkasnya.
Warga pun berharap, kondisi tersebut segera teratasi dan distribusi air kembali normal. Mereka juga meminta adanya suplai air bersih darurat selama gangguan pelayanan masih berlangsung.














