BANJARMASIN – Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menjadikan perpustakaan sebagai ruang mencari pengetahuan, informasi dan gagasan baru.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dengan kembali berkunjung ke perpustakaan dan menjadikannya bagian dari aktivitas literasi sehari-hari.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni mengatakan, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca buku, tetapi juga ruang untuk menemukan berbagai informasi dan wawasan yang dapat memperkaya pengetahuan masyarakat.
“Kapan terakhir kamu berkunjung ke perpustakaan? Hari Kunjung Perpustakaan mengingatkan kita bahwa selalu ada sesuatu yang bisa ditemukan di perpustakaan,” ungkap Sri Mawarni melalui akun media sosial Perpustakaan Palnam, Senin (14/9/26).
Menurutnya, berbagai hal baru dapat ditemukan ketika masyarakat mau meluangkan waktu untuk datang dan membaca di perpustakaan. Mulai dari buku, informasi, gagasan hingga kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru.
“Sebuah buku, sebuah informasi, sebuah gagasan atau bahkan sebuah kesempatan baru. Ayo kunjungi perpustakaan!” ajaknya.
Hari Kunjung Perpustakaan sendiri diperingati setiap 14 September. Peringatan tersebut bermula pada 14 September 1995, ketika Presiden Republik Indonesia Soeharto mencanangkan September sebagai Bulan Gemar Membaca sekaligus Hari Kunjung Perpustakaan.
Pencanangan itu dilakukan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Menteri Sembilan Negara Berkembang Berpenduduk Besar dan Peringatan Hari Aksara Internasional ke-30 di Istana Negara, Jakarta.
Sejak saat itu, 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Momentum tersebut diharapkan dapat terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan minat baca sekaligus memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber pengetahuan.
Sri Mawarni menegaskan, kebiasaan berkunjung ke perpustakaan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
“Buku merawat ingatan, mengunggah kesadaran. Kunjungi perpustakaan dan temukan sesuatu yang baru hari ini. Literasi itu keren, Banua Cerdas!” pungkasnya. (Adv/Ilh)
















