BANJARBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat untuk menanamkan budaya literasi sejak usia dini.
Hal itu disampaikan dalam rangka memperingati Hari Buku Anak Sedunia yang jatuh pada 2 April 2026.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menegaskan bahwa membaca memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter.
“Membaca adalah jendela dunia, dan dari sanalah anak-anak mulai mengenal, memahami, serta membangun impian mereka. Setiap halaman yang dibuka menghadirkan pengetahuan, menumbuhkan imajinasi, dan membentuk karakter generasi masa depan,” ujarnya melalui akun media sosial resmi, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini dengan metode yang menyenangkan agar anak-anak terbiasa menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia juga menambahkan, melalui aktivitas membaca, anak-anak tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga dapat menjelajahi dunia tanpa batas, memahami berbagai perspektif kehidupan, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat.
Dispersip Kalsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua hingga tenaga pendidik, untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi di lingkungan masing-masing.
“Satu buku hari ini, sejuta manfaat di masa depan. Mari kita dorong anak-anak gemar membaca demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Ilh)
















