BANJARMASIN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin ditetapkan sebagai SKPD Terinovatif dalam Kompetisi Inovasi Kota Banjarmasin (Komvas) Tahun 2026.
Selain menyandang predikat tersebut, Disdukcapil juga meraih Juara I kategori PD/BUMD melalui inovasi KIA PLUS. Penghargaan diserahkan Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR dalam Penganugerahan Komvas 2026 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (5/10/2026).
Yamin mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, keberagaman gagasan yang berasal dari perangkat daerah, ASN, masyarakat hingga akademisi menunjukkan adanya kreativitas yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Inovasi-inovasi yang disampaikan tadi luar biasa, sangat bagus semua. Banyak inovasi yang tentunya membawa kemajuan, membawa kesejahteraan masyarakat Banjarmasin dan memberikan kemudahan dalam pelayanan publik,” ungkap Yamin.
Ia menilai inovasi di lingkungan pemerintahan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan. Gagasan yang telah dibuat harus dilanjutkan dengan penerapan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Selamat kepada para pemenang inovasi tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Bappeda Litbang melalui Kompetisi Inovasi. Tentunya para pemenang tidak hanya berhenti saat inovasinya meraih juara. Kita berharap inovasi ini bisa diterapkan dan direalisasikan di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Dalam Komvas 2026, penghargaan diberikan melalui lima kategori. Pada kategori masyarakat umum, Juara I diraih Ayu Putriyana dengan inovasi Ritme Regenerasi: Inovasi Ruang dan Pentas Mandiri. Juara II diraih Ba.Haruan, sedangkan Juara III diraih Agregat Banjarmasin dalam Satu Peta Berbasis GIS dan VizQL.
Kategori inovasi tematik Banjarmasin Circular Economy menempatkan B-LOOP (Banjarmasin Circular Value Loop) sebagai Juara I. Posisi berikutnya diraih SIRKULA dan SOBOTIK (Sofa Botol Plastik).
Pada kategori PD/BUMD, KIA PLUS dari Disdukcapil menjadi Juara I, disusul KAYUH BAIMBAI dari Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin dan PA SABANA dari BPBD Kota Banjarmasin.
Sementara itu, kategori ASN dimenangkan SIMPUL WAJAR dari Zelia Hadist, Kelurahan Sungai Baru. MONOKROM dari Puskesmas Kelayan Timur menjadi Juara II dan PUSKESAN, juga dari Puskesmas Kelayan Timur, meraih Juara III.
Untuk kategori akademisi/pendidik, Juara I diraih Neuro-MNDSS 2.0 dari M. Sobirin Mohtar, Universitas Sari Mulia. Juara II diraih Jukung (Jelajah, Ubah, Kreasi, Uji, Nyatakan, Gaungkan) dan Juara III Asoka Super App.
Yamin menegaskan, dorongan untuk berinovasi tidak hanya ditujukan kepada perangkat daerah yang berhasil meraih penghargaan. Seluruh SKPD diminta terus mencari cara baru untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola pemerintahan.
“Kita harapkan seluruh SKPD di Kota Banjarmasin juga bisa terus melakukan inovasi. Inovasi tentunya untuk pelayanan kepada masyarakat, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan inovasi lainnya,” katanya.
Ia juga meminta peserta yang belum berhasil menjadi juara tidak menghentikan pengembangan inovasinya. Menurutnya, sebuah gagasan tetap memiliki arti selama mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap kepada seluruh yang mengikuti inovasi, jangan berkecil hati yang tidak mendapatkan juara, tetapi terus harus memberikan inovasi. Kita ingin inovasi-inovasi yang disampaikan bisa memberikan dampak bagi masyarakat dan tentunya bermanfaat bagi Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Menurut Yamin, keberlanjutan inovasi menjadi bagian penting dalam upaya Pemko Banjarmasin melakukan pembenahan. Karena itu, kreativitas dan semangat memperbaiki pelayanan diharapkan terus tumbuh di seluruh jajaran pemerintahan.
“Saya harapkan sekali lagi kepada seluruh jajaran SKPD terus berinovasi, harus kreatif dan tetap semangat. Karena kita ingin Banjarmasin terus berbenah, terus memperbaiki dan mempersiapkan masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
















