BARITO KUALA – Kasus tenggelamnya dua siswa MTs Muhammadiyah Al-Furqon, MFA dan RAF, dalam kegiatan Kemah Akbar masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sembilan orang untuk mengungkap penyebab serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua siswa tersebut meninggal dunia.
Sebelumnya, dua siswa meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam di sebuah kolam di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kabupaten Barito Kuala, pada Minggu (6/9/26) kemarin.
Kedua siswa tersebut adalah MFA (13) dan RAF (13), yang meninggal dunia karena tenggelam usai mengikuti rangkaian kegiatan pramuka yang digelar oleh MTs Muhammadiyah Al-Furqon.
Hingga saat ini, Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi, diantaranya pihak panitia penyelenggara kegiatan, serta orang tua korban yang sudah dimintai keterangan.
Kapolsek Alalak, Ipda Bistok Panjaitan mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa yang merenggut nyawa dua siswa tersebut.
Pada kesempatan ini, Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
“Pertama kami dari Kepolisian mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga atas meninggalnya kedua korban,” ujar Ipda Bistok, kepada awak media, Selasa (8/9/26) siang.
Dari pemeriksaan sementara kepolisian, papar Bistok, kejadian bermula ketika para siswa mengikuti kegiatan pramuka.
Adapun salah satu rangkaiannya yakni wide game, berupa permainan atau tantangan yang diikuti para peserta kemah.
Setelah kegiatan selesai, sejumlah siswa disebut merasa tubuhnya kotor, dan mereka pun diminta untuk membersihkan diri di kolam yang ada di kawasan tersebut.
Namun, suasana berubah ketika anggota kelompok menyadari dua rekannya tidak lagi berada bersama mereka.
Karena merasa kehilangan, siswa lainnya kemudian melakukan pencarian, dan penelusuran mengarah ke kolam tempat mereka sebelumnya mandi.
“Dua siswa yang dicari akhirnya ditemukan berada di dalam kolam,” papar Bistok
“Kemudian keduanya pun diangkat ke darat, diberikan upaya penyelamatan awal, baru diarahkan ke rumah sakit terdekat,” lanjutnya.
Kedua korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Pihak rumah sakit kemudian menyatakan kedua siswa telah meninggal dunia.
Pasca kejadian tersebut, Polsek Alalak dibantu jajaran Satreskrim Polres Barito Kuala langsung melakukan penanganan di lokasi.
Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk terkait insiden tersebut. Sejumlah barang bukti juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Tak hanya itu, polisi mulai memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui rangkaian kegiatan maupun kejadian tersebut.
Saksi yang diperiksa di antaranya berasal dari panitia atau penyelenggara kegiatan pramuka.
“Kami juga sudah melakukan pendalaman dalam pemeriksaan beberapa saksi-saksi, baik dari keluarga korban yang baru kemarin kami konfirmasi, maupun saksi lainnya,” tambahnya.
Selanjutnya, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap teman dan kerabat korban yang ada saat kejadian, untuk mengetahui secara pasti kejadian naas tersebut bisa terjadi.
Hingga kini, polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengetahui secara jelas bagaimana kedua siswa tersebut bisa tenggelam, termasuk memastikan seluruh fakta di balik musibah saat kegiatan kemah akbar tersebut.
















