BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung sekitar Jalan Golf, Banjarbaru, tidak hanya mengandalkan upaya pemadaman.
Kebutuhan konsumsi petugas dan relawan yang bekerja di lapangan juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel, sebuah dapur umum didirikan di halaman rumah milik warga di Jalan Padang Golf RT 013/RW 004, Banjarbaru, tepat di depan SMPN 11 Banjarbaru.
Dapur umum tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan makanan bagi personel dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Operasionalnya direncanakan berlangsung selama 14 hari mengikuti kebutuhan penanganan di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel M Farhanie melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Yoefi Fahromi, mengatakan kapasitas dapur umum akan terus dimaksimalkan selama operasional berlangsung.
“Hari pertama kita melaksanakan dua kali masak. Mulai besok kita maksimalkan menjadi tiga kali masak dalam sehari. Sekali masak kita siapkan sekitar 200 porsi untuk para relawan,” ujar Yoefi di Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).
Dengan pola tersebut, dapur umum ditargetkan mampu menyediakan sekitar 600 porsi makanan setiap hari. Menu yang disiapkan juga dibuat bervariasi agar kebutuhan konsumsi petugas dan relawan tetap terpenuhi selama menjalankan tugas.
Sejumlah menu yang telah disiapkan antara lain nasi kuning, ayam goreng capcay, nasi goreng ikan asin, serta balado ayam tahu.
Tidak hanya memasak, Dinsos Kalsel juga menyiapkan sistem pendistribusian makanan agar konsumsi dapat diterima petugas yang berada di sejumlah titik penanganan karhutla.
Yoefi menjelaskan armada operasional turut disiapkan untuk mengantarkan makanan ke posko-posko yang menjadi titik berkumpul petugas dari berbagai instansi.
“Armada dapur umum RTU dan tangki juga kita siapkan untuk dropping makanan kepada petugas lapangan yang berada di posko, seperti di Dishut, PU, Lanal dan Polda,” jelasnya.
Dukungan operasional dapur umum juga mencakup kebutuhan listrik. Untuk sementara, Dinsos Kalsel telah menyiapkan sambungan listrik dengan menggunakan saklar dan MCB dari PLN agar aktivitas memasak dapat berjalan lancar.
Pendirian dapur umum tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama jajaran SKPD terkait dan Forkopimda setelah pelaksanaan Salat Istisqa pada Selasa (25/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Dinsos Kalsel bersama Dinas Kehutanan, Polda, Lanal dan PU mendapat tugas dalam penanganan karhutla di kawasan hutan lindung sekitar Jalan Golf. Dinsos secara khusus mendapat tanggung jawab memastikan kebutuhan konsumsi petugas dan relawan terpenuhi.
Selama 14 hari ke depan, Dinsos Kalsel akan memprioritaskan pengoperasian dapur umum. Namun, kondisi di lapangan tetap menjadi pertimbangan apabila terdapat kebutuhan mendesak.
“Fokus kita selama 14 hari ini adalah dapur umum. Tetapi kalau sifatnya urgent, kita utamakan penanganan di hutan lindung,” tegas Yoefi.
Ia memastikan pihaknya tetap siap memberikan dukungan apabila terjadi kondisi darurat di luar kawasan hutan lindung yang membutuhkan penanganan segera.
“Di luar hutan lindung pun apabila memang sangat urgent, kita siap turun dengan moto kita Kerja Tuntas Tanpa Batas,” lanjutnya.
Di tengah upaya penanganan karhutla, dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting. Salah satunya ditunjukkan oleh pemilik rumah yang bersedia menyediakan tempat untuk dijadikan lokasi dapur umum.
Yoefi menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, ketersediaan lokasi yang dekat dengan kawasan penanganan karhutla turut membantu kelancaran distribusi konsumsi bagi petugas di lapangan.
“Atas nama Gubernur melalui Dinas Sosial, kami mengucapkan terima kasih kepada pemilik rumah yang sudah memberikan tempat dan mendukung pelaksanaan dapur umum ini,” pungkasnya.
Keberadaan dapur umum diharapkan dapat menjaga kebutuhan dasar para petugas dan relawan selama proses penanganan karhutla berlangsung.
Dengan dukungan konsumsi yang terkoordinasi, personel di lapangan dapat lebih fokus menjalankan tugas pengendalian kebakaran di kawasan terdampak.
















