BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan titik api yang muncul kembali dapat segera dikendalikan.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama jajaran turun langsung memantau kondisi karhutla di kawasan tersebut, Jumat (28/8/2026).
Pemantauan dilakukan sejak siang hingga malam hari setelah sebelumnya melihat kondisi sumber air di kawasan Guntung Damar.
Keberadaan titik api yang masih muncul menjadi alasan pemerintah terus berada di lapangan. Hingga malam hari, kepulan asap masih terlihat di sejumlah bagian kawasan menuju bandara.
“Ternyata di sini asap dan apinya cukup tinggi. Sampai malam ini pun kadang-kadang timbul api,” ujar Muhidin saat berada di Banjarbaru, Jumat (28/8/2026).
Menurut Muhidin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pemadaman belum sepenuhnya selesai. Api yang sempat berhasil dikendalikan masih berpotensi kembali muncul sehingga pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Hingga sekitar pukul 19.30 WITA, Gubernur bersama jajaran masih berada di lokasi. Kehadiran tersebut dilakukan untuk memastikan petugas di lapangan dapat menyelesaikan proses pemadaman dan mengamankan kawasan dari potensi munculnya titik api baru.
Muhidin menjelaskan, penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur. Petugas pemadam kebakaran bersama personel TNI dan Polri terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengamanan di sekitar lokasi.
“Sebelah sini sudah kelihatan aman, tapi sebelah sana tadi menyala lagi,” jelasnya.
Ia mengatakan kondisi api yang dapat kembali menyala membuat petugas harus terus bergerak dan melakukan pengecekan di sejumlah titik. Karena itu, pemerintah tidak ingin hanya mengandalkan pemadaman sementara, tetapi memastikan lokasi benar-benar aman.
“Jadi kita terus memantau, saat ini mungkin anak-anak kita yang masih bergerak di lapangan masih mengamankan api,” tambah Muhidin.
Kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki posisi strategis.
Pemerintah daerah berupaya memastikan karhutla tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas di kawasan tersebut.
“Penanganan karhutla akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Pemantauan dan koordinasi dengan petugas lapangan akan terus dilakukan selama masih terdapat potensi api kembali muncul,” tegasnya.
Selain memantau penanganan karhutla, Muhidin juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang sebelumnya berharap dapat berdialog dengannya di Kantor DPRD.
Ia menjelaskan bahwa agenda tersebut tidak dapat dihadiri karena dirinya harus turun langsung memastikan penanganan karhutla di sekitar bandara berjalan maksimal.
“Mohon maaf hari ini tidak hadir untuk datang berdialog dengan adik-adik mahasiswa. Kami sampai malam ini berada di daerah bandara sini. Kami harus mengamankan daerah bandara,” pungkasnya.
Pemantauan hingga malam hari tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman awal.
Dengan keterlibatan lintas sektor dan pengawasan langsung di lapangan, titik-titik api di sekitar Bandara Syamsudin Noor diharapkan dapat segera dituntaskan.














