BANJARMASIN – Kolaborasi antara dunia pendidikan, aparat penegak hukum, dan organisasi alumni dinilai menjadi langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja yang digelar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Kalimantan Selatan bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan di MAN 3 Banjarmasin, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Bakti IKA UNAIR itu menghadirkan materi mengenai pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak, hingga pergaulan bebas.
Edukasi tersebut diberikan sebagai upaya memperkuat karakter pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Ketua IKA UNAIR Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi alumni dalam mendukung terciptanya generasi muda yang berkarakter dan memiliki pemahaman terhadap berbagai persoalan sosial.
“Melalui kegiatan Bakti IKA UNAIR yang bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi dan DP3AKB Kalimantan Selatan ini, kami menyampaikan materi mengenai bullying, hukum, serta kekerasan terhadap anak,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadi motivasi bagi IKA UNAIR untuk terus menghadirkan kegiatan serupa di sekolah-sekolah lainnya.
“Menurutnya, edukasi seperti ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi pelajar dalam menghadapi tantangan pergaulan di era modern,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kalimantan Selatan, Yuni Priono, menilai pendekatan edukatif melalui dialog langsung mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap persoalan hukum.
“Saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terjadi interaksi dua arah yang baik melalui dialog antara narasumber dan para siswa,” katanya.
Ia berharap sinergi antara IKA UNAIR, Kejati Kalsel, dan berbagai instansi terkait dapat terus diperluas agar semakin banyak pelajar memperoleh edukasi hukum dan perlindungan anak.
Kepala MAN 3 Banjarmasin, H. Rahmat Noor, juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
“Pembentukan karakter merupakan bagian penting dari proses pendidikan sehingga pembekalan mengenai bahaya bullying, narkoba, dan pergaulan bebas menjadi bekal yang sangat diperlukan oleh para siswa,” singkatnya.
Melalui kolaborasi tersebut, IKA UNAIR Kalimantan Selatan bersama Kejati Kalsel berharap kesadaran hukum, kepedulian terhadap sesama, serta karakter positif generasi muda terus tumbuh sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih baik.
















