BANJARMASIN – Pelaku UMKM di Kota Banjarmasin mendapat peluang memperkuat usaha di sektor pangan melalui program Bulog Peduli Rumah Pangan Kita (RPK) Mandiri. Program ini menyasar 30 pelaku usaha dengan memberikan bantuan fasilitas usaha dan modal berupa barang senilai Rp5,3 juta untuk setiap penerima.
Bantuan tersebut diserahkan di Ballroom Hotel BW Kindai, Jumat (16/10/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong tumbuhnya usaha masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengatakan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas perdagangan kebutuhan pokok. Para penerima akan memperoleh fasilitas rak serta barang modal yang dapat diputar kembali untuk mendukung penjualan.
Menurutnya, Rumah Pangan Kita (RPK) merupakan outlet yang menyediakan berbagai komoditas pangan, seperti beras Bulog, beras komersial, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan sarana usaha, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan perdagangan yang dapat memberikan penghasilan secara berkelanjutan.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menyambut baik dukungan Bulog terhadap pelaku usaha di daerahnya. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Yamin menegaskan, bantuan modal perlu diimbangi dengan pengetahuan dalam menjalankan usaha. Kemampuan mengelola keuangan, mengatur persediaan barang, serta mengembangkan strategi penjualan menjadi hal penting agar usaha dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui pemberian modal, tetapi juga perlu disertai pembekalan kewirausahaan agar pelaku usaha mampu mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap bantuan bagi 30 UMKM tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha penerima.
Pemkot Banjarmasin, lanjutnya, juga berupaya memperkuat sinergi dengan Bulog melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker). Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang bagi pelaksanaan program pemberdayaan lain yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di Kota Seribu Sungai.
Yamin turut mendorong agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak UMKM pada masa mendatang. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan berbagai lembaga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing usaha masyarakat.
“Ini salah satu program Bulog yang bisa dikolaborasi dengan program-program pemerintah daerah, dengan program-program Bapak Presiden Prabowo Subianto, dan tentunya bisa kita memberikan yang terbaik dan untuk bagaimana kita bisa UMKM itu bisa naik kelas,” pungkasnya.
Melalui dukungan fasilitas dan modal usaha tersebut, program RPK Mandiri diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi UMKM untuk berkembang di sektor perdagangan pangan.
















