BANJARMASIN – Tingginya angka pemuda yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment, or Training/NEET) di Kalimantan Selatan menjadi perhatian berbagai pihak.
Melalui kegiatan Ramah Indonesia: Muda Bersuara 3, Yayasan Hasnur Center (YHC) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI mendorong lahirnya solusi untuk meningkatkan kualitas generasi muda di Banua.
Kegiatan yang berlangsung di Global International Boarding School (GIBS), Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Lumbah, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (30/6/2026), dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK RI Prof. Warsito, jajaran Yayasan Hasnur Center, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan, serta sejumlah pemangku kepentingan.
“Berdasarkan data Dispora Kalimantan Selatan, sekitar 12 persen pemuda laki-laki dan 36 persen pemuda perempuan masih berada dalam kategori NEET. Kondisi ini menjadi perhatian serius yang harus ditangani secara bersama-sama,” ujar Prof. Warsito.
Ia menjelaskan tingginya angka NEET berpotensi memengaruhi kualitas pembangunan sumber daya manusia apabila tidak segera diatasi.
Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pendidikan, pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, serta ruang partisipasi bagi generasi muda agar Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kalimantan Selatan terus meningkat.
Sementara itu, Direktur Yayasan Hasnur Center, Dr. H. Zulfikar Alimuddin, menegaskan bahwa pemberdayaan pemuda telah menjadi fokus utama lembaganya sejak berdiri.
“Hingga saat ini sekitar 30 ribu pemuda telah terlibat dalam berbagai program kami, baik sebagai relawan, penerima manfaat, maupun melalui pendidikan formal. Sejak awal, Yayasan Hasnur Center memang dibangun dengan fokus utama pada pemberdayaan pemuda,” katanya.
Menurut Zulfikar, berbagai program yang dijalankan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda pembangunan kepemudaan nasional.
“Sejak 2024 Yayasan Hasnur Center juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memperluas dampak program pemberdayaan generasi muda,” tukasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dan Yayasan Hasnur Center berharap semakin banyak pemuda yang memperoleh akses terhadap pendidikan, pelatihan, maupun kesempatan berkarya, sehingga angka NEET di Kalimantan Selatan dapat ditekan dan kualitas generasi muda semakin meningkat.
















