BANJARMASIN – Makna pengibaran bendera Merah Putih menjadi salah satu hal yang ditekankan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, kepada para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Banjarmasin Tahun 2026.
“Bendera Merah Putih bukan hanya kain, tetapi merupakan simbol perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tegas Ananda saat memberikan pembekalan kepada calon Paskibraka di Balai Kota Banjarmasin, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pemahaman tersebut penting dimiliki para calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap anggota harus mampu menjalankan amanah dengan penuh kesadaran karena tugas tersebut berkaitan erat dengan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
“Harapan kita mereka bisa menjalankan tugas pada hari-H nanti, mengibarkan bendera dan menurunkan bendera di Balai Kota Banjarmasin secara maksimal,” katanya.
Ia menyebut keberhasilan menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan baris-berbaris. Kesiapan fisik harus berjalan beriringan dengan mental yang kuat, kedisiplinan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab.
“Yang paling penting adalah kesiapan mental, karena fisik tanpa mental yang kuat tentu tidak akan maksimal dalam menjalankan tugas,” tuturnya.
Pembekalan yang diberikan juga diarahkan untuk membangun pola pikir dan mental para peserta melalui materi Paskibra Mentality. Materi tersebut diharapkan membuat para calon Paskibraka lebih percaya diri dan mampu menghadapi tekanan ketika menjalankan tugas di hadapan masyarakat.
“Alhamdulillah, sebagai alumni Paskibraka Nasional tahun 1999, saya memberikan motivasi kepada adik-adik junior supaya memberikan mereka semangat agar menjalankan tugas pada hari-H nanti pada tanggal 17 Agustus,” ungkapnya.
Pengalaman yang pernah dilalui sebagai anggota Paskibraka Nasional menjadi dasar untuk memberikan motivasi kepada generasi muda. Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan hanya pengalaman satu hari saat upacara, tetapi dapat menjadi proses pembentukan karakter yang memberikan pelajaran tentang disiplin dan tanggung jawab.
“Pengalaman selama menjalani persiapan juga diharapkan dapat memberikan pelajaran mengenai kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus dibawa para peserta meski nantinya tidak lagi mengenakan seragam Paskibraka. Sebab, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang terbentuk selama proses latihan dapat menjadi bekal dalam pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Tugas ini bukan hanya sekadar mengibarkan bendera. Mengibarkan bendera bukan hanya kain, tapi ini adalah simbol perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia,” tegasnya.
Para calon Paskibraka Kota Banjarmasin kini terus menjalani rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026. Seluruh proses tersebut diharapkan dapat membentuk kesiapan mereka secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun mental.
Dengan pemahaman terhadap nilai perjuangan, kesiapan mental, dan kedisiplinan yang terus diasah, para calon Paskibraka diharapkan mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera di Balai Kota Banjarmasin secara maksimal.














