BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia yang jatuh setiap 23 April, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya literasi di tengah perkembangan zaman digital.
Peringatan Hari Buku Sedunia atau World Book and Copyright Day sendiri merupakan momentum global yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai bentuk penghargaan terhadap buku, penulis, serta pentingnya budaya membaca di seluruh dunia.
Setiap tahunnya, momen ini menjadi pengingat bahwa buku adalah jendela pengetahuan yang mampu menjembatani berbagai generasi dan budaya.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni menyampaikan ucapan penuh makna bagi para pencinta literasi.
“Selamat Hari Buku Sedunia untuk para pencinta literasi! Semoga halaman-halaman dari setiap buku yang kamu buka membawamu ke dunia fantasi yang baru dan menarik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan nyata untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Menurutnya, di era serba digital saat ini, buku tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan yang kredibel dan mendalam.
Momentum Hari Buku Sedunia 2026 juga diharapkan menjadi titik penguatan literasi di daerah, termasuk di Kalimantan Selatan. Dengan semakin mudahnya akses informasi, masyarakat diimbau untuk tetap menjadikan membaca sebagai kebiasaan utama dalam menambah wawasan dan membangun peradaban yang lebih maju.
Melalui semangat ini, Dispersip Kalsel terus berkomitmen menghadirkan berbagai program literasi guna mendekatkan buku kepada masyarakat luas, sekaligus menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. (Ilh)
















