BANJARMASIN – Kolaborasi antarperguruan tinggi di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE), Rabu (12/8/2026).
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Ruang Rapat Wasaka 1 Lantai 2, Kampus ULM Banjarmasin, dengan membawa semangat untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua STT GKE, Pdt. Dr. Sanon, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, melalui MoU ini dapat terjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, termasuk isu sosial, budaya, dan ekologi,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperluas kontribusi akademisi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kalimantan Selatan.
Karena itu, STT GKE melihat kerja sama dengan ULM sebagai peluang untuk mengembangkan kajian dan kegiatan bersama yang lebih luas.
Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc., Plt Kepala Biro BPKH M. Ilyas, S.T., M.T., Plt Kepala Biro BKU Pahruddin Ali Hamid, S.E., S.Pd., serta jajaran Subbagian Kerja Sama ULM.
Dari pihak STT GKE, rombongan dipimpin langsung oleh Ketua STT GKE Pdt. Dr. Sanon, bersama Sudianto selaku Ketua STT GKE periode 2021–2025, Enta Malasinta Lantik Ginting selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Spiritualitas, serta Bimbing Kalpari selaku Sekretaris Senat STT GKE.
Kerja sama ini juga memiliki nilai historis tersendiri bagi STT GKE yang telah berdiri sejak 1932. Selama 94 tahun, lembaga pendidikan teologi tersebut telah mengalami berbagai perkembangan kelembagaan, mulai dari Sekolah Alkitab, Sekolah Pendeta, Akademi Teologi, hingga menjadi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis.
Selain kajian teologi, STT GKE juga mengembangkan kajian sosiologi agama dan islamologi serta penelitian yang berkaitan dengan persoalan sosial, budaya, dan ekologi. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama ULM.
Melalui MoU ini, kedua perguruan tinggi selanjutnya akan menindaklanjuti kesepakatan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Tahapan tersebut diharapkan mampu menerjemahkan komitmen dalam MoU menjadi berbagai program yang lebih teknis, terukur, dan aplikatif.
Dengan demikian, kerja sama ULM dan STT GKE tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang bagi sivitas akademika kedua kampus untuk bersama-sama berkontribusi dalam menjawab persoalan pendidikan dan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
















