KALTENG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus menggenjot penyaluran bantuan air bersih secara masif untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda puluhan desa dan kelurahan di berbagai kabupaten dan kota.
Hingga Rabu (28/10/2026), total akumulasi pasokan air bersih yang digelontorkan pemerintah daerah telah menembus angka 14.297.700 liter.
Langkah darurat ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah-wilayah terdampak kekeringan tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Berdasarkan data penyaluran lapangan, distribusi air bersih dilakukan secara bergelombang menyasar daerah pelosok.
Pada aksi penanganan Senin (26/10/2026), armada tangki air bergerak menyuplai pasokan ke Dusun Parang Kampeng di Barito Utara, serta delapan titik pemukiman di Barito Timur, termasuk Dusun Bantai Karau yang mendapat alokasi hingga 21.000 liter dan Kelurahan Ampah Kota sebanyak 10.000 liter.
Pasokan air juga diguyurkan ke kawasan Sei Gohong di Kota Palangka Raya, Kelurahan Tewah di Gunung Mas, Desa Wonorejo di Lamandau sebesar 15.000 liter, serta lima desa di Kabupaten Seruyan dan Kelurahan Raja di Kotawaringin Barat.
Penyaluran pasokan darurat tersebut mendapat sambutan hangat dari warga penerima manfaat yang mengaku sangat terbantu di tengah sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian.
Salah seorang warga Desa Rimbajaya, Kabupaten Lamandau, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Gubernur Kalimantan Tengah yang secara konsisten mengirimkan bantuan tangki air ke wilayahnya.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yang telah membantu kami dalam memenuhi kebutuhan air. Terima kasih sekali lagi atas bantuan air bersih untuk Desa Rimbajaya, dan ini sudah kesekian kalinya,” ungkapnya.
Tidak berhenti di situ, Pemprov Kalteng kembali memperluas jangkauan distribusi pada Rabu (28/10/2026). Bantuan menyasar Desa Sabuai di Kotawaringin Barat, Desa Tumbang Rahuyan di Gunung Mas, Kelurahan Kasongan Lama di Katingan, hingga kawasan Unit 5 Tanggul Harapan di Seruyan. Sementara di Barito Timur, alokasi pasokan terbesar disalurkan ke Desa Lebo yang mencapai 23.300 liter.
Pihak Pemprov Kalteng menegaskan bahwa seluruh armada pengangkut air bersih akan terus disiagakan di lapangan selama masa tanggap kekeringan berlangsung.
Data penerima dan volume air akan diperbarui secara rinci sesuai dinamika kebutuhan warga, demi memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terlewat dari jangkauan bantuan.














