MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur melalui rekonstruksi jalan penghubung Desa Labuan Tabu, Desa Lok Tangga, dan Desa Sungai Besar di Kecamatan Karang Intan.
Pembangunan senilai lebih dari Rp5,2 miliar tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP), proyek tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Jimmy, mengatakan ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses utama warga dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.
“Ruas jalan ini menjadi jalur penghubung bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu peningkatan kualitas infrastruktur pada ruas ini menjadi perhatian kita agar akses masyarakat semakin baik, aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Jimmy, keberadaan jalan yang memadai tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga berpengaruh terhadap distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
“Pekerjaan rekonstruksi dilakukan dengan mengacu pada standar teknis yang telah ditetapkan agar kualitas jalan yang dibangun mampu bertahan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai metode konstruksi yang telah direncanakan.
Adapun poyek rekonstruksi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp5.218.354.739 dan dikerjakan oleh CV Intan Sari dengan pengawasan dari CV Qonita Engineering. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender.
Selain manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat, pemerintah juga mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Apabila memungkinkan, masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas dan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek,” tambahnya.
Pemkab Banjar menilai pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Dengan akses yang semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan pelayanan publik menjadi lebih mudah dijangkau.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung. Meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara, pembangunan tersebut diharapkan memberikan manfaat besar bagi warga Karang Intan dan sekitarnya dalam jangka panjang, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Banjar yang maju, mandiri, dan sejahtera.














