BANJARMASIN – Penyusunan rencana bisnis perusahaan tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca angka, tetapi juga pemahaman terhadap kondisi teknis di lapangan.
Hal inilah yang menjadi perhatian PT Air Minum Bandarmasih melalui pelatihan Analisis Keuangan dan Proyeksi Keuangan yang digelar di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (10/8/2026).
Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia dalam menyusun proyeksi keuangan yang lebih komprehensif.
Kegiatan dibuka langsung Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, dan diikuti karyawan yang ditunjuk perusahaan.
“ini sangat penting untuk membangun pemahaman lintas bidang antara tim keuangan dan teknik,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan bisnis perusahaan membutuhkan data dari kedua bidang tersebut agar perencanaan yang disusun dapat menggambarkan kebutuhan perusahaan secara lebih utuh.
“Orang keuangan harus tahu di teknik, orang teknik harus tahu di keuangan. Sumber datanya dari dua unsur tersebut,” jelasnya.
Ia mencontohkan, penyusunan rencana bisnis perusahaan membutuhkan data teknis seperti kebutuhan air dan target pelayanan.
Data tersebut kemudian harus diterjemahkan ke dalam perhitungan finansial untuk melihat kemampuan serta kelayakan rencana yang akan dijalankan.
“Karena itu, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan perhitungan keuangan, tetapi juga mendorong adanya kolaborasi antarbidang,” bebernya.
Dengan pemahaman yang lebih luas, setiap unit diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyusunan proyeksi finansial perusahaan.
“saya mengapresiasi kepada Water.org yang telah memberikan dukungan teknis kepada PT Air Minum Bandarmasih,” tuturnya.
Dukungan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari manajemen, tata kelola perusahaan hingga penguatan kemampuan teknis.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Water.org dan tim yang telah membantu kami dalam memberikan bantuan teknis, baik di sisi manajemen, tata kelola perusahaan, teknis dan sebagainya,” katanya.
Ia menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan pengembangan perusahaan.
Terlebih, kemampuan menyusun proyeksi keuangan diperlukan untuk memastikan rencana bisnis dapat dipertimbangkan berdasarkan data dan analisis yang tepat.
Zulbadi pun meminta para peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Maximalkan kegiatan ini. Jangan disia-siakan. Ikuti sebaik-baiknya, sehingga setelah selesai bisa melakukan proyeksi finansial,” tukasnya.
Melalui pelatihan ini, PT Air Minum Bandarmasih berupaya membangun pola kerja yang lebih terintegrasi antara aspek teknis dan keuangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan rencana bisnis yang lebih matang sekaligus memperkuat tata kelola dan pengambilan keputusan perusahaan.
















