BANJARMASIN – Upaya menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah kondisi kemarau dilakukan PAM Bandarmasih dengan mengoptimalkan distribusi melalui mobil tangki.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi air baku yang masih dinamis sehingga proses pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan belum dapat berlangsung secara normal.
Direktur Umum dan Pemasaran PAM Bandarmasih, Yulia Riana Sari, memantau langsung operasional mobil tangki di IPA 2 Pramuka, Senin (24/8/2026). Pemantauan mencakup proses pengisian hingga pengiriman air ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.
Mobil tangki menjadi salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan maupun fasilitas umum selama distribusi air belum maksimal.
Riana menjelaskan, kondisi air baku menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional pengolahan air. Karena itu, petugas menyesuaikan proses pengolahan dengan perubahan kondisi air yang masuk ke intake.
“Jadi sistemnya saat ini buka tutup selama 24 jam, mengikuti kondisi air baku. Begitu kondisi memungkinkan, langsung kami olah dan distribusikan,” jelasnya.
Menurutnya, operasional intake tidak sepenuhnya berhenti. Ketika kadar garam berada pada batas yang masih memungkinkan untuk diolah, operator langsung menjalankan proses pengolahan agar air dapat kembali didistribusikan kepada pelanggan.
Sistem tersebut dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam dengan menyesuaikan kondisi air baku. Dengan pola itu, PAM Bandarmasih berupaya memaksimalkan setiap peluang untuk menjaga pelayanan tetap berjalan.
Di sisi lain, kondisi kemarau juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan keterlibatan seluruh pegawai. Riana meminta setiap unit tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung sesuai dengan tugas dan kemampuan masing-masing.
“Saya berharap seluruh pegawai, apa pun bidang pekerjaannya, bisa ikut terlibat aktif. Kita semua punya peran untuk mendukung pelayanan,” tuturnya.
Ia menilai keterlibatan seluruh jajaran menjadi penting karena kondisi pelayanan saat ini membutuhkan penanganan bersama. Koordinasi antarbagian diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kebutuhan pelanggan di lapangan.
Selain mengoptimalkan operasional internal, PAM Bandarmasih juga terus mengupayakan distribusi alternatif melalui mobil tangki. Layanan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air selama kondisi distribusi belum sepenuhnya pulih.
Perusahaan memahami bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga keterbatasan pelayanan selama kemarau dapat memberikan dampak langsung bagi aktivitas sehari-hari pelanggan.
“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan apabila pelayanan saat ini belum maksimal. Kami memahami air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat,” kata Riana.
Ia memastikan seluruh tim PAM Bandarmasih tetap bekerja untuk menghadapi kondisi tersebut. Perusahaan berharap kondisi air baku segera membaik sehingga pengolahan dan distribusi air dapat kembali berlangsung secara normal.
“Mari bersama-sama saling membantu dan bergerak agar pelayanan kepada pelanggan bisa kita maksimalkan,” pungkasnya.
Dengan pengoperasian mobil tangki, pemantauan kondisi intake serta pola pengolahan yang menyesuaikan kualitas air baku, PAM Bandarmasih berupaya menjaga kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan musim kemarau.
















