BALANGAN – Harga cabai Tiung Tanjung di tingkat petani Kabupaten Balangan kini menembus Rp115 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi petani, namun di saat bersamaan mereka masih harus berjibaku menjaga tanaman di tengah kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan.
Harga cabai Tiung Tanjung tercatat naik Rp10 ribu. Dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp85 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.
Kenaikan harga membuat peluang pendapatan petani semakin besar apabila produksi dapat dipertahankan. Namun, kondisi cuaca kering menjadi tantangan tersendiri bagi tanaman cabai yang membutuhkan pasokan air secara rutin.
Hal itu diungkapkan Armani, salah seorang petani cabai di Balangan. Menurutnya, tanaman cabai saat ini membutuhkan perhatian lebih karena kondisi tanah lebih cepat kehilangan kelembapan akibat kemarau.
“Sekarang harga Tiung sudah mencapai Rp115 ribu di tingkat petani. Harga memang bagus, tetapi tanaman sudah sekitar dua bulan kekurangan air karena kemarau,” ujar Armani, Sabtu (19/9/26).
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan buah. Penyiraman pun harus dilakukan secara berkala agar tanaman tidak mengalami penurunan kondisi.
Tak hanya persoalan air, petani juga harus mewaspadai serangan organisme pengganggu tanaman. Hama seperti trips dan kutu kebul menjadi salah satu ancaman yang dapat memengaruhi pertumbuhan hingga produksi cabai.
Meski menghadapi kondisi tersebut, petani tetap berupaya mempertahankan tanaman hingga masa panen. Tingginya harga jual saat ini menjadi salah satu harapan agar hasil panen yang diperoleh dapat memberikan pendapatan lebih baik.
“Harapannya tanaman bisa tetap bertahan dan buahnya banyak. Kalau produksi bagus dengan harga seperti sekarang, tentu hasilnya juga lebih baik,” pungkasnya. (Habarbalangan.com)
Editor: Nanang














