KABUPATEN BANJAR – Tak hanya mendapatkan materi etika bermedia sosial, puluhan siswa SMAN 1 Pengaron juga dibekali materi kewirausahaan melalui media sosial dalam kegiatan pelatihan yang menghadirkan praktisi media dan pengelola media sosial bersama Komunitas Wartawan dan Admin Media Sosial (KOWAS) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Adapun materi tersebut disampaikan oleh salah satu narasumber Kowas Kalsel, Muhammad Ilham yang berjudul “Eksplorasi Peran Digital terhadap Dunia Kerja & Kewirausahaan”, pada penyampaian materi hari pertama, Rabu (11/9/26).
Pada kesempatan itu, Ilham mengajak para siswa kelas X dan XI SMAN 1 Pengaron untuk memahami bagaimana perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia bekerja, sekaligus melihat pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas, membangun personal branding, hingga membuka peluang usaha.
Ia menyampaikan, jika sebelumnya berbagai pekerjaan banyak dilakukan secara konvensional dan mengandalkan aktivitas fisik, kini banyak aktivitas dapat dilakukan dengan bantuan teknologi digital.
“Digitalisasi membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, fleksibel, efisien dan terhubung. Berbagai aktivitas kerja kini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, mulai dari rapat melalui video conference, bekerja secara remote atau hybrid, menyimpan dokumen melalui cloud, berkomunikasi menggunakan aplikasi pesan instan, hingga melakukan pemasaran melalui media sosial,” jelasnya.
Yang mana, perkembangan tersebut turut mengubah peran media sosial. Platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, WhatsApp dan LinkedIn kini tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media promosi dan pemasaran, membangun brand dan personal branding, memperluas jangkauan pelanggan, membangun jaringan bisnis, hingga membuka peluang kerja dan usaha.
Ia juga mengajak para siswa melihat bagaimana media sosial berkembang dari sarana komunikasi menjadi peluang ekonomi.
Media sosial ujarnya, dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar, memudahkan promosi produk, meningkatkan interaksi dengan konsumen, membuka peluang bisnis baru serta melahirkan pekerjaan digital seperti content creator dan digital marketer.
Dalam pemaparannya, Ilham juga menjelaskan bagaimana perkembangan media sosial dapat terhubung dengan aktivitas perdagangan online. Alurnya dimulai dari komunikasi, kemudian berkembang menjadi promosi, branding, interaksi dengan konsumen, penjualan online hingga e-commerce.
Para siswa diberikan contoh sederhana pemanfaatan teknologi dalam kewirausahaan. Jika sebelumnya pelaku usaha makanan harus menunggu pelanggan datang ke toko, kini produk dapat difoto dan dipromosikan melalui Instagram atau TikTok.
Pelanggan kemudian dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp, pembayaran menggunakan QRIS dan produk dikirim melalui layanan kurir.
Menurut narasumber, kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membantu pelaku usaha, termasuk usaha rumahan dan UMKM, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan serta menciptakan peluang usaha baru.
Dalam materi tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai cara sederhana untuk mulai memanfaatkan teknologi digital.
Para pelajar dapat menggunakan Instagram untuk membuat katalog dan promosi, TikTok untuk membuat konten kreatif, WhatsApp Business untuk menerima pesanan, Google Sites dan Blogger untuk membuat media informasi atau promosi, serta Canva untuk membuat berbagai kebutuhan visual.
“Pelajar tidak harus menunggu punya bisnis besar untuk mulai memanfaatkan teknologi. Mulai dari hal sederhana, tetapi dibuat menarik dan profesional,” jelasnya.
Selain peluang, narasumber juga mengingatkan adanya tantangan di era digital, seperti kecanduan media sosial, penggunaan gadget berlebihan, sulit membedakan informasi benar dan hoaks, tekanan mengikuti tren, cyberbullying hingga penipuan online.
Karena itu, para siswa didorong untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis, menggunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, mengikuti konten yang edukatif dan positif, serta menjaga privasi dan keamanan akun.
Media sosial juga diarahkan untuk dimanfaatkan secara produktif, termasuk membangun personal branding, portofolio dan membuka peluang usaha.
“Jadilah pengguna teknologi yang cerdas, bukan sekadar pengguna yang aktif,” pesan Ilham sekaligus menutup kepada siswa tersebut.
Melalui pembekalan ini, siswa SMAN 1 Pengaron diharapkan mampu melihat perkembangan teknologi digital bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, membangun personal branding, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan. (Abay)
Editor: Nanang















