BANJARMASIN – Perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin menjadi momentum untuk memperkuat regenerasi pelaku seni sekaligus memperkenalkan budaya Banjar kepada masyarakat luas.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Festival Karya Tari Daerah Kota Banjarmasin 2026 yang berlangsung di kawasan Siring Menara Pandang, Sabtu (22/8/2026) malam.
Mengusung tema “Napas Bumi dan Laut”, festival ini menghadirkan sejumlah sanggar dan komunitas tari yang menampilkan karya dengan sentuhan tradisi lokal. Pertunjukan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang memadati kawasan Siring Menara Pandang.
Selain menjadi hiburan, festival juga menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengatakan keberlangsungan seni budaya membutuhkan keterlibatan generasi penerus.
Menurutnya, ruang pertunjukan seperti festival tari dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan ketertarikan anak muda terhadap kesenian tradisional.
“Kita ingin agar seni budaya dapat dinikmati secara luas oleh seluruh lapisan,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan zaman tidak seharusnya membuat masyarakat meninggalkan akar budaya. Sebaliknya, tradisi perlu terus dikembangkan agar tetap relevan dan mampu mengikuti perubahan tanpa kehilangan identitasnya.
“Kebudayaan Banjar harus terus tumbuh dan tidak boleh padam,” tegas Yamin.
Festival yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata tersebut juga dirangkai dengan penilaian terhadap karya para finalis.
Para peserta tidak hanya dituntut menampilkan kemampuan dalam olah gerak, tetapi juga menyampaikan pesan melalui konsep, musik, kostum dan unsur tradisional yang dibawa dalam pertunjukan.
Dari hasil penilaian dewan juri, Sanggar Anum Banua Etnika berhasil meraih juara pertama dengan karya bertema “Membandan”. Sanggar tersebut mengantongi nilai 270 dan selanjutnya akan membawa nama Banjarmasin dalam Festival Karya Tari Daerah tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada September mendatang.
Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa sanggar dan komunitas lokal memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan ruang tampil dan pembinaan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, festival juga memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata. Pertunjukan seni yang digelar di ruang publik dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi kawasan wisata kota, sekaligus memberikan pengalaman budaya bagi masyarakat dan pengunjung.
Yamin berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung ketika perayaan hari jadi, tetapi dapat terus menjadi bagian dari upaya pengembangan seni dan budaya Banjarmasin.
“Kita harapkan ini bisa menjadi hiburan dan harmoni bagi warga yang hadir di kawasan Siring,” pungkasnya.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku seni dan masyarakat, keberadaan festival diharapkan mampu menjaga kesinambungan tradisi sekaligus membuka ruang lebih luas bagi lahirnya seniman-seniman muda Banjarmasin.
Di usia lima abad, pelestarian budaya menjadi bagian penting agar perkembangan Kota Banjarmasin tetap berjalan seiring dengan terjaganya identitas dan warisan seni masyarakat Banjar.















