BANJARBARU – Kesigapan Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan seorang pria berinisial J (53) yang terjebak di ruang terbatas setelah tubuhnya terjepit gorong-gorong di dalam sebuah sumur di Jalan Abimanyu, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Sabtu (15/8/2026).
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam sejak tim tiba di lokasi. Kondisi korban yang berada di dalam sumur membuat petugas harus terlebih dahulu melakukan asesmen untuk menentukan teknik evakuasi yang aman tanpa membahayakan korban maupun personel penyelamat.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada pukul 14.15 WITA dari Borneo Rescue. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tujuh personel rescue menggunakan Rescue Car D-Max.
Tim berangkat pada pukul 14.30 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WITA. Setelah melakukan pemeriksaan situasi, petugas bersama unsur SAR lainnya menyusun metode evakuasi karena korban dalam posisi terjepit di ruang yang sempit.
Untuk mengeluarkan korban, Tim SAR Gabungan menggunakan teknik pertolongan dengan dukungan peralatan mountaineering. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.30 WITA, korban berhasil dikeluarkan dari dalam sumur dalam keadaan selamat.
SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan korban dan petugas. Menurutnya, kondisi korban yang berada di ruang terbatas membutuhkan penanganan dan metode yang tepat.
“Setelah menerima informasi kejadian, kami segera mengerahkan tim rescue ke lokasi. Tim kemudian melakukan asesmen untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman, mengingat posisi korban berada dalam kondisi terjepit di dalam sumur,” ujar I Putu Sudayana.
Ia menambahkan, setelah metode evakuasi ditentukan, seluruh personel bekerja sesuai peran masing-masing hingga korban berhasil dikeluarkan.
“Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan selanjutnya dibawa ke rumahnya,” katanya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari koordinasi berbagai unsur di lapangan. Selain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, proses evakuasi juga melibatkan Damkar Banjarbaru, Satpol PP Banjarbaru, Borneo Rescue, Gajah Rescue, serta masyarakat setempat.
I Putu Sudayana mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menilai sinergi antarunsur menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pertolongan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses evakuasi,” tuturnya.
Dari kejadian tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan ketika melakukan aktivitas di sekitar sumur, gorong-gorong maupun lokasi yang memiliki ruang terbatas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan pekerjaan di sekitar sumur, gorong-gorong, maupun ruang terbatas. Pastikan aspek keselamatan diperhatikan dan jangan melakukan aktivitas berisiko seorang diri,” tambahnya.
Setelah korban berhasil dievakuasi dan dibawa menuju rumahnya, seluruh unsur SAR melaksanakan debriefing pada pukul 16.00 WITA. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi tahap akhir operasi sebelum personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selanjutnya kembali ke kantor. Dengan berhasilnya korban ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat, operasi SAR diusulkan untuk ditutup.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan di sekitar ruang terbatas memiliki risiko tinggi. Kehadiran tim penyelamat dan koordinasi lintas unsur menjadi penting untuk memastikan proses pertolongan berlangsung aman, terukur, dan tidak menambah risiko bagi korban maupun petugas.
















