BANJARMASIN – PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) mulai memperkuat kemampuan internal dalam menilai rencana investasi.
Langkah tersebut dilakukan melalui Pelatihan Analisis Keuangan dan Proyeksi Keuangan yang digelar selama dua hari, 10–11 Agustus 2026, di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.
Sebanyak 13 peserta dari lingkungan PT Air Minum Bandarmasih mengikuti pelatihan yang dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca kondisi keuangan sekaligus mengukur kelayakan suatu rencana investasi.
Pelatihan ini menjadi penting karena pengembangan layanan air minum membutuhkan dukungan investasi yang tidak sedikit.
Di sisi lain, perusahaan daerah memiliki keterbatasan kemampuan pembiayaan sehingga setiap rencana proyek perlu dianalisis secara cermat sebelum dijalankan.
Senior Partnership Account Manager Water.org, Jaya Saputra, mengatakan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum harus diiringi dengan kemampuan perusahaan dalam menentukan skema pembiayaan yang tepat.
“Dalam rangka untuk investasi ini, sumber pembiayaan bisa dari kas sendiri atau mungkin kerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Menurut Jaya, kemampuan melakukan analisis keuangan akan membantu perusahaan menentukan apakah sebuah proyek memiliki prospek yang layak sebelum mengambil keputusan investasi.
Peserta juga diharapkan mampu memahami berbagai risiko dan peluang dari setiap rencana kerja sama.
“Sehingga nanti kalau PT Air Minum Bandarmasih mau bekerja sama dengan pihak ketiga, mereka dapat menganalisis keuangan secara baik dan benar. Sehingga kerja sama apa pun selalu menguntungkan kedua belah pihak,” katanya.
Ia menjelaskan, persoalan pembiayaan investasi tidak hanya dihadapi PT Air Minum Bandarmasih. Perusahaan air minum daerah di berbagai wilayah Indonesia juga menghadapi tantangan serupa, yakni kebutuhan meningkatkan pelayanan yang terus berkembang di tengah keterbatasan sumber daya keuangan.
“Saya berharap pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman kepada peserta dari bidang keuangan, tetapi juga dapat dipahami oleh peserta yang memiliki latar belakang teknis,” jelasnya.
Pemahaman bersama dinilai penting agar aspek finansial dapat menjadi pertimbangan sejak tahap awal perencanaan sebuah proyek.
“Melalui kemampuan analisis dan proyeksi keuangan tersebut, setiap rencana investasi diharapkan dapat dinilai secara lebih objektif,” harapnya.
Perusahaan dapat mengetahui kebutuhan pembiayaan, potensi keuntungan, risiko, serta kelayakan proyek sebelum mengambil keputusan.
“Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia ini, PT Air Minum Bandarmasih diharapkan semakin siap menentukan strategi investasi dan pola pembiayaan yang tepat,” tukasnya.
Pada akhirnya, keputusan investasi yang lebih matang dapat mendukung pengembangan pelayanan air minum sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
















