Balangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan merekomendasikan tiga destinasi wisata unggulan untuk tahun 2026. Rekomendasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata Kabupaten Balangan, M. Sigit Kondang Wibowo, Senin (23/2/2026).
Sigit mengatakan, dari sejumlah destinasi wisata yang ada, pihaknya memprioritaskan Desa Ajung sebagai rekomendasi utama karena memiliki potensi wisata alam dan budaya yang lengkap dalam satu kawasan.
“Nomor satu yang kami rekomendasikan adalah Desa Ajung karena saat ini wisata yang paling dikenal orang luar Balangan itu adalah Puncak Gunung Hauk. Itu sudah menjadi ikon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain Gunung Hauk yang dikenal sebagai destinasi pendakian dengan panorama Pegunungan Meratus, di kawasan Ajung juga terdapat sejumlah destinasi pendukung yang tak kalah menarik.
“Di sana ada Batu Ajung dengan aliran sungainya yang jernih dan bebatuan alam yang eksotis. Kemudian di kawasan Nanai juga bisa untuk bamboo rafting, dan sekarang mulai dikembangkan river tubing dari Batu Ajung sampai ke Jembatan Gantung,” jelasnya.
Menurut Sigit, Desa Ajung juga memiliki kekayaan wisata budaya yang potensial untuk dikembangkan lebih luas.
“Banyak orang luar datang ke sana, bahkan dari Banjarmasin. Mereka tahu Ajung bukan hanya soal alam, tapi juga budaya. Di sana ada balai adat dan tradisi aruh yang sangat luar biasa,” tambahnya.
Selain Ajung, Disporapar juga merekomendasikan Air Terjun Tayak sebagai alternatif wisata alam keluarga. Destinasi tersebut dinilai memiliki akses yang cukup mudah dengan suasana alam yang masih asri.
“Kalau sebelumnya kita mengenal Maranting, namun dengan kondisi saat ini kita arahkan ke Air Terjun Tayak. Aksesnya cukup terjangkau, jalan kaki sekitar setengah jam sudah sampai. Untuk wisata keluarga masih sangat memungkinkan,” katanya.
Sementara itu, untuk wisata yang lebih dekat dengan pusat kota Paringin, pihaknya merekomendasikan kawasan wisata budaya Racah Mampulang.
“Yang ketiga, kita rekomendasikan Racah Mampulang. Di sana ada pasar budaya, spot foto, dan nuansa kearifan lokal yang cukup kuat. Ini cocok untuk wisata santai yang tidak terlalu jauh,” jelasnya.
Sigit menegaskan, ketiga destinasi tersebut dipilih karena mewakili segmen wisata yang berbeda, mulai dari wisata petualangan, wisata alam keluarga, hingga wisata budaya.
Terkait promosi, Disporapar Balangan juga terus aktif memperkenalkan potensi wisata daerah melalui media sosial serta berbagai expo dan event di luar daerah.
Dengan rekomendasi tersebut, Disporapar berharap kunjungan wisatawan ke Kabupaten Balangan pada 2026 semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata. (Sal)
















