BANJARMASIN – Standar gizi yang ideal bagi masyarakat tidak hanya ditentukan oleh variasi menu yang sehat, tetapi juga oleh presisi takaran bahan pangan yang diolah setiap hari. Menyadari krusialnya aspek akurasi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) mengambil langkah progresif dengan mewajibkan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah pengawasan kemetrologian ini dikemas dalam kegiatan sosialisasi formal yang dihelat di Ballroom Nasa Banjarmasin, Rabu (14/10/2026), dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR.
Di hadapan para perwakilan pengelola SPPG dari total 61 unit layanan yang tersebar di kota berjuluk Seribu Sungai, Sekda Tezar menggarisbawahi bahwa ketidakakuratan alat ukur dapat menimbulkan dampak berantai, mulai dari ketidaksesuaian porsi nutrisi hingga potensi kerugian anggaran operasional.
“Ketepatan penggunaan alat ukur dan alat timbang menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan kesesuaian porsi, ketepatan takaran bahan pangan, serta mendukung kualitas pelayanan pemenuhan gizi,” tegas Tezar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana Salan, memaparkan bahwa sosialisasi ini difokuskan kepada 50 perwakilan SPPG guna membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya legalitas dan keandalan alat ukur yang digunakan dalam distribusi pangan bagi pelajar, tenaga pendidik, hingga posyandu.
“Tujuannya agar SPPG ini bisa tertib, alat timbangnya bisa ditera atau ditera ulang oleh petugas penera dari Disperdagin. Ini sudah berjalan, beberapa SPPG juga sudah melaksanakan tera dan tera ulang, tetapi memang belum semuanya,” ujar Ignasius.
Melalui sinergi pengawasan kemetrologian ini, Pemkot Banjarmasin bertekad memastikan bahwa setiap gram bahan pangan yang disalurkan benar-benar akurat, sehingga hak gizi masyarakat penerima manfaat dapat terpenuhi secara transparan dan tanpa celah kesalahan.
















