BANJARMASIN – Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata dapat menjadi bagian dari pola hidup tidak sehat pada generasi Z.
Untuk membantu meningkatkan kesadaran tersebut, tim PKM-RSH Program Studi S1 Psikologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memanfaatkan foto sebagai sarana refleksi perilaku.
Pendekatan tersebut diterapkan dalam penelitian Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang dilakukan tim PKM-RSH Beyond Sugar Cravings.
Yang mana, partisipan diajak mengabadikan kebiasaan tidak sehat yang mereka lakukan, kemudian melihat kembali dan merefleksikan perilaku tersebut.
Ketua Tim PKM-RSH Beyond Sugar Cravings, Nazwa Sabila mengatakan kebiasaan tidak sehat sebenarnya cukup banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian orang belum menyadari bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan.
“Perilaku tidak sehat seperti ini banyak terjadi, namun masih banyak orang yang belum menyadarinya,” ujar Nazwa, Selasa (29/9/26).
Dalam penelitian tersebut, tim menyoroti tiga perilaku yang berkaitan dengan gaya hidup Gen Z, yakni minim aktivitas fisik atau perilaku sedentari, pola makan yang kurang sehat, serta emotional eating atau kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap kondisi emosi.
Melalui metode photovoice, partisipan tidak hanya diminta melakukan aktivitas tertentu, tetapi juga diajak melihat kembali perilaku mereka melalui dokumentasi foto.
Proses tersebut kemudian dipadukan dengan hypocrisy paradigm untuk mendorong partisipan merefleksikan kesenjangan antara pemahaman mengenai perilaku sehat dengan kebiasaan yang mereka lakukan.
Penelitian juga berupaya menggali alasan di balik munculnya perilaku tidak sehat pada Gen Z. Dengan memahami faktor yang mendorong kebiasaan tersebut, intervensi diharapkan dapat disusun lebih sesuai dengan kondisi partisipan.
Dosen Pendamping Tim Mahasiswa, Dr. Muhammad Abdan Shadiqi, S.Psi, M.Si, mengatakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian diarahkan untuk membangun kesadaran sekaligus komitmen dari dalam diri partisipan.
“Melalui modul intervensi yang disusun dapat mendorong perubahan gaya hidup secara mandiri melalui penyadaran dan pembentukan komitmen internal dengan integrasi photovoice dan hypocrisy paradigm,” jelasnya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan perilaku tidak sehat pada partisipan yang mengikuti intervensi psikologi tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan psikologi dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu Gen Z mengevaluasi kebiasaan sehari-hari.
Dokumentasi visual melalui photovoice juga memberikan ruang bagi partisipan untuk melihat perilaku mereka secara lebih nyata dan melakukan refleksi terhadap kebiasaan yang selama ini dilakukan.
Tim PKM-RSH ULM berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar untuk pengembangan intervensi yang mendorong perubahan gaya hidup sehat secara lebih mandiri, khususnya pada kelompok Gen Z di Kalimantan Selatan.
















