BANJARMASIN – Memasuki usia ke-81 tahun, Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Peringatan HUT ke-81 PMI yang digelar di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Jumat (18/9/2026).
Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR selaku Pelindung PMI Kota Banjarmasin mengatakan, keberadaan PMI memiliki peran penting karena organisasi kemanusiaan tersebut dituntut untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Tentu yang pertama, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan selamat HUT PMI yang ke-81 tahun. Dengan tema peduli, bergerak, bersama, tentunya ini sangat relevan karena PMI adalah organisasi kemanusiaan yang harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Yamin.
Menurutnya, tugas PMI tidak sebatas memberikan pertolongan dalam situasi darurat. PMI juga memiliki peran dalam membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat melalui kegiatan donor darah serta berbagai pelayanan sosial lainnya.
Yamin berharap PMI semakin solid dan mampu mempertahankan kontribusinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan penyelamatan.
“Tentu kita berharap PMI harus semakin solid dan terus menjadi terdepan untuk penyelamatan serta membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan darah di Kota Banjarmasin,” katanya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI di Kalsel pun tidak hanya diisi dengan apel. Sejumlah kegiatan sosial turut digelar dengan melibatkan PMI dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis hingga pasar murah yang menyediakan sekitar 1.000 paket bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua PMI Kota Banjarmasin Hj Ananda menegaskan bahwa nilai kemanusiaan menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan yang dijalankan PMI.
“Dengan tujuh nilai kemanusiaan PMI Kota Banjarmasin, yang pasti mengutamakan kemanusiaan. Alhamdulillah saya dipercaya sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin, insyaallah ke depannya kemanusiaan di Kota Banjarmasin akan bersinergi dengan nilai-nilai pembangunan dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Komitmen tersebut juga terlihat dalam keterlibatan PMI pada penanganan kecelakaan kapal Virgo Transport 8. Ananda menyebut sekitar 50 relawan PMI Kota Banjarmasin telah disiagakan sejak awal kejadian.
“Dari awal kejadian sampai kemarin, relawan dari PMI Kota Banjarmasin standby di sana kurang lebih sebanyak 50 orang dan akan dikawal terus sampai korban semuanya ditemukan,” pungkas Ananda.
Yamin turut mengapresiasi keterlibatan relawan PMI dalam penanganan kejadian tersebut. Ia menyebut relawan PMI bersama Dinas Kesehatan turut bersiaga di lapangan selama proses penanganan berlangsung.
“Di sana juga hadir teman-teman relawan PMI yang standby mungkin 24 jam bersama dengan Dinas Kesehatan sendiri,” ungkapnya.
Menurut Yamin, kehadiran relawan dalam situasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa PMI tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga turun langsung ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Apel HUT ke-81 PMI tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel Rusma Khazairin yang mewakili Gubernur Kalsel, Forkopimda Kalsel serta jajaran terkait lainnya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja-kerja kemanusiaan PMI berjalan melalui berbagai lini, mulai dari kesiapsiagaan relawan, pelayanan kesehatan, donor darah hingga bantuan sosial bagi masyarakat.














