BANJARMASIN – Jambore Kader Posyandu Kota Banjarmasin 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mencari kader maupun Posyandu berprestasi. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat kemampuan kader melalui penguasaan 25 keterampilan dasar Posyandu.
Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani mengatakan, peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam menghadapi semakin luasnya peran Posyandu di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader harus memiliki kemampuan yang terus diperbarui, mulai dari keterampilan pelayanan hingga komunikasi dengan masyarakat.
“Yang perlu kita lakukan adalah terus mengasah kemampuan, keterampilan klinik, komunikasi, serta mengadopsi inovasi dalam seluruh pelayanan kesehatan,” ujar Neli saat Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Banjarmasin di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Kamis (17/9/2026) siang.
Ia menilai, kader yang aktif di Posyandu tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dalam menjalankan kegiatan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan diperlukan agar pelayanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, rangkaian jambore dirancang tidak hanya berupa perlombaan. Para kader juga diberikan ruang untuk menguji sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap 25 keterampilan dasar Posyandu.
Neli menyebut, peningkatan kapasitas tersebut juga berjalan beriringan dengan pemberian apresiasi. Penghargaan kepada kader dan Posyandu berprestasi diharapkan dapat menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi mereka yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Capaian kader Banjarmasin di tingkat provinsi turut menjadi gambaran dari potensi yang dimiliki. Posyandu Antasan Indah 2, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meraih Juara VI kategori Pemberdayaan Masyarakat tingkat Kalimantan Selatan.
Pada kategori individu, kader Posyandu Antasan Indah 2, Khairunnisa, berhasil meraih Juara I tingkat provinsi.
Neli berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi kader lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pelayanan yang lebih baik di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuardiansyah mengatakan peningkatan kualitas Posyandu juga perlu didukung dengan fasilitas yang memadai.
Ia mengungkapkan, hasil penilaian tingkat provinsi menunjukkan adanya penurunan posisi Posyandu Kota Banjarmasin.
“Sebelumnya kita di posisi ketiga, penilaian terakhir kita berada pada peringkat keenam,” ungkap Yanuar.
Menurutnya, kemampuan individu kader sebenarnya sudah tergolong baik. Persoalan justru ditemukan pada aspek sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan Posyandu.
“Dari segi bina kemampuan, para kader kita ini luar biasa. Namun, kelemahan kita ada pada sarana dan prasarana. Posyandu kita kebanyakan belum memiliki tempat yang definitif, masih berpindah-pindah, kadang di rumah warga atau mushola,” jelasnya.
Yanuar menegaskan, persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah agar ke depan lokasi pelayanan Posyandu dapat lebih tertata dan tidak lagi berpindah-pindah.
Dalam Jambore Posyandu Kota Banjarmasin 2026, kader terbaik dari tingkat kecamatan hingga kelurahan mengikuti sejumlah kegiatan peningkatan pengetahuan, termasuk lomba cerdas cermat yang menguji pemahaman mengenai 25 keterampilan dasar Posyandu.
Untuk Penilaian Kader Posyandu Berprestasi, peringkat pertama diraih Eka Sri Lestari dari Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru, disusul Munawwaroh dari Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai dan Siti Nurlia dari Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar.
Sedangkan Penilaian Kinerja Posyandu Berprestasi menempatkan Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru sebagai peringkat pertama. Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya berada di posisi kedua, kemudian Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai di posisi ketiga.
Melalui jambore tersebut, penguatan kemampuan kader diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan Posyandu sehari-hari di tengah masyarakat.














