BANJARMASIN – Upaya menekan angka kejadian kegawatdaruratan medis, khususnya ancaman henti jantung mendadak saat berolahraga, membutuhkan gerak bersama seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen sinergi inilah yang digaungkan oleh Rumah Sakit Amanah Medical Centre (AMC) bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Kalimantan Selatan melalui seminar kesehatan bertajuk “Mencegah Henti Jantung Mendadak di Saat Olahraga” di Aula RS AMC Lantai 12, Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang dihelat dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) dengan tema global Don’t Miss a Beat tersebut tidak hanya menjadi forum ilmiah, melainkan wadah konsolidasi bagi pengurus YJI dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Direktur RS Amanah Medical Centre, Hj. Hestri Diah Rokhmani, S.Farm., Apt., MPH., dalam sambutannya menegaskan bahwa institusi kesehatan tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun kesadaran preventif di tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi erat dengan organisasi sosial seperti YJI menjadi kunci utama agar edukasi kesehatan jantung menyentuh akar rumput.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Rumah sakit kan tidak bisa berdiri sendiri, nggih? Tentu saja ada kolaborasi baik dengan organisasi masyarakat maupun dengan pemerintah,” ungkap Hestri di hadapan para peserta seminar.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif RS AMC merupakan wujud nyata tanggung jawab moral rumah sakit dalam menyediakan ruang edukasi publik, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai batasan fisik saat beraktivitas berat.
Dari sudut pandang organisasi, Ketua YJI Kalsel, drg. Ellyana Hasnuryadi, menyoroti pentingnya kewaspadaan kolektif menyusul masih ditemukannya kasus fatal kardiovaskular pada pegiat olahraga hingga atlet profesional.
“Di mana kita sudah menemui beberapa kasus saat berolahraga, tiba-tiba atlet tersebut meninggal,” ujar Ellyana mengingatkan pentingnya deteksi dini.
Untuk membekali para kader dan perwakilan dari 13 kabupaten/kota, seminar ini menghadirkan pakar kardiologi, Dr. dr. Dwi Laksono Adiputro, Sp.JP (K). Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pencegahan mandiri, melainkan pula simulasi praktis penanganan darurat di lapangan.
“Di sini ada yang menyampaikan, yaitu Dr. Adi Putro, tentang edukasi pencegahan-pencegahannya dan bagaimana cara penanganan pertolongan pertama,” jelas Ellyana, merujuk pada teknik resusitasi yang krusial dilakukan sebelum pasien mendapatkan pertolongan medis lanjutan.
Melalui kemitraan strategis antara RS AMC dan YJI Kalsel ini, diharapkan gerakan sadar kesehatan jantung dapat terus digaungkan secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, sehingga masyarakat dapat menjalankan hobi berolahraga dengan aman, terukur, dan terlindungi dari risiko fatal.
















